Sosialisasikan SBY-Boediono Sampai Ke Desa-desa

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Ahad, 14 Maret 2010
News » 03 Juli 2009 » Hit: 227
Sosialisasikan SBY-Boediono Sampai Ke Desa-desa
www.zulkieflimansyah.com, Jakarta - Bang Zul, itulah nama sapaannya. Ia lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Gelar sarjana ekonomi diperoleh tahun 2005 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Sampai kini ia mengajar S1, S2, dan S3 di almamaternya itu.

Bang Zul kini berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Tangerang (Banten 2). Aktivitas sehari-harinya di Komisi VII yang berkutat menangani persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Dalam pemilu legislatif yang digelar pada 9 April 2009 lalu, bang Zul terpilih kembali menjadi anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Serang dan Cilegon.

Keterlibatan di dunia politik bukan berarti ia tak berprestasi sebagai akademisi di kampus. Peneliti muda terbaik Indonesia dalam bdang ekonomi dan manajemen tahu 2003 yang di nobatkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini merupakan sosok yang mengagumi pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono. Ia mengatakan, hal paling penting dari sosok SBY-Boediono adalah orang-orang yang bersih.Tidak pernah terdengar memiliki masalah. Visi-misi pasangan SBY-Boediono juga di katakannya sama dengan Visi-misi PKS. Oleh karena itulah dia ikut serta menjadi tim kampanye nasional SBY-Boediono. Ditemui di Senayan beberapa waktu lalu, Jurnal Nasional mewawancarainya seputar pilpres 2009-2014. Berikut petikannya.

Pandangan Anda mengenai tiga capres-cawapres kita?
Ini suatu hal yang menarik. Di mana kompetisi ini di lakukan oleh figur negara yang masih menjabat sebagai presiden, wakil, dan mantan presiden. Ada tiga partai, dan juga kombinasinya juga menarik. Kalau dilihat dari hasil survei, pasangan nomor dua paling besar diminati atau unggul. Ini menunjukkan dalam kombinasi ini pertarungannya cukup ketat, tidak semudah yang sering diumumkan hasil lembaga survei. PKS sebagai pendukung SBY, tentunya berharap kompetisi ini hanya satu putaran. Tapi, kita tidak boleh terlena oleh hasil survei yang menetapakan SBY-Boediono dalam posisi unggul

PKS juga sudah mantap mendukung SBY-Boediono?
Saya memberikan justifikasi kepada kader bahwa apa yang di berikan SBY sangat besar, luar biasa prestasinya. Tapi, yang paling penting sosok SBY-Boediono adalah orang yang tidak pernah punya masalah besar. Tidak pernah kedengaran SBY dan Boediono begini begitu. Untuk meletakkan fondasi yang kuat, siapa pun presidennya, ke depan dalam menghadapi tantangan tidak akan mudah. Struktur kita masih dangkal.Teknologi konten kita tidak ada. Siapa pun dia, itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Artinya, dia tidak bisa seperti Ratu Adil yang bisa datang dan bisa langsung mencerahkan Indonesia. Fondasi ini harus dibangun dengan kepemimpinan yang penuh integritas. Nilai-nilai yang melekat dalam SBY-Boediono adalah nilai-nilai selama ini diusung oleh PKS, yakni antikorupsi,bersih, peduli, dan lainnya.

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memperkuat agar SBY-Boediono terpilih?
Kami sudah mulai gencar menggerakkan mesin politik. Sudah berdenyut. Untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono, PKS hanya mengandalkan mesin politiknya saja. Yang jelas sampai saat ini seluruh kader kami sedang mensosialisasikan SBY-Boediono samapi ke desa-desa. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai partai dakwah. Apalagi soliditas kader kami sudah teruji.

Kami tak perlu persiapan khusus untuk mengampanyekan pasangan SBY-Boediono. Sebab, yang sedang difokuskan PKS saat ini adalah mengamankan kebijakan DPP untuk mengusung SBY-Boediono dengan melakukan konsolidasi struktur partai sampai tingkat ranting atau desa. PKS juga bukan hanya berkampanye menjelang pemilu pilpres saja. Kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan PKS selama ini, masih berjalan ada ataupun tidak ada pemilu.

Jika ada kader PKS yang membelot?
Dalam PKS tidak memiliki tradisi kader-kader yang membelot, tapi karena kami komunitas manusia, tentunya juga ada sanksi-sanksi. Sejauh ini saya tidak pernah mendengar ada kader partai yang membelot. Tapi, kalau ada yang mengecewakan itu ada. Namun, setelah diberikan penjelasan, mereka mendengar dan memahami.

Tanggapan Anda soal debat para Capres atau Cawapres?
Kalau kita lihat saat ini adalah konsolidasi demokrasi. Kita sedang mencari bentuk. Jangan gelayuti harapan yang berlebihan juga (pada debat capres/ cawapres). Kalau kita ingin menyaksikan seperti McCain dan Obama ya tak tepatlah. Demokrasi kita hingga saat ini kan prosesnya cukup lama. Tapi, ini adalah suatu peristiwa sejarah. Jika ini berlangsung bagus, masyarakat kita jadi dewasa, tentunya ke depan mungkin akan ada debat yang diinginkan oleh banyak orang.

Sehatkah kondisi partai politik kita saat ini?
Kita percaya sistem politik kita adalah demokrasi. Salah satu fondasi yang menopang demokratisasi itu adalah partai politik. Partai politik itu harus menggunakan momentum ini untuk menjadi atraktif agar orang mau berpartisipasi untuk menjadi aktivisnya dan simpatisannya. Sekarang kalau kita lihat banyak partai politik diisi oleh warga negara kelas empat, seperti pensiunan tentara, pensiunan pegawai negeri, LSM yang tak bisa cari pekerjaan lain sehingga masuk partai. Jadi, bisa dibayangkan kualitas politik kita. Tapi, kalau kader politik kita itu dari kalangan orang-orang yang memiliki talenta, dipastikan kondisi partai politik kita ke depannya akan baik.

Cocokkah Boediono sebagai pasangan SBY?
Saya yakin Boediono adalah pasangan yang cocok bagi SBY. Saya kenal Pak Boediono secara personal sebagai sosok yang tak banyak bicara. Pekerja yang secara nyata memberikan keteladanan dengan perbuatan. Kenapa kami yang mengenal beliau itu sangat terpesona, karena kadang nilai keagamaan dan keislaman itu tidak perlu dikoar-koarkan tapi implemented dalam kesehariannya. Beliau orang yang tulus, mengalir, bersahaja, sederhana, dan lurus.

Harapan Anda pada Capres atau Cawapres terpilih nanti?
Siapa pun presiden yang terpilih nantinya, tidak akan punya banyak pilihan. Jangan berandai-berandai jika presiden yang baru dapat menyelesaikan semua masalah di negeri ini. Karena, sistemnya sudah berbeda. Pemerintah kita tidak bisa melakukan banyak hal dengan sistem global seperti sekarang ini. Inti perekonomian bukan pemerintah kok, tapi sektor dunia usaha yang bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Nah, tugas pemerintah adalah bagaimana dengan kerendahan hati yang ada menyediakan lingkungan yang baik, yang kondusif, sehingga orang melakukan kegiatan aktivitas bersih di negeri ini bisa betah. Jangan beri mereka persoalan.(adm)