News » 22 Januari 2009 » Hit: 289
Soft Strategic Untuk Palestina
Gerakan aksi mendukung Palestina dari kebiadaban Zionis Israel terus dilancarkan berbagai elemen, terutama ormas Islam. Seperti halnya yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kali ini partai yang mendapat nomor urut delapan untuk Pemilu 2009-2014 ini bersama beberapa partai politik (parpol) seperti Golkar, PDIP, PAN, dan lainnya membentuk kaukus yang diberi nama Kaukus Anggota DPR-RI untuk Palestina.
Dalam aksinya, kaukus lintas fraksi ini bertujuan untuk menggalang dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Kegiatan yang diberi nama ‘Pekan Peduli Palestina’ ini menyelenggarakan beragam acara, mulai dari lomba melukis untuk anak-anak, pameran, dialog, dan lain-lainnya selama empat hari berturut-turut terhitung 19 sampai 22 Januari 2009 di gedung Nusantara Dua DPR-RI
Seperti siang ini (20/01) misalnya, tepat pukul 13.30 dialog soal Palestina dengan tema ‘Upaya Efektif Masyarakat Internasional Dalam Menghentikan Pembantaian dan Penjajahan Israel Atas Palestina’ dimulai. Dalam acara yang dipandu Fitra Arsil sebagai Master of Ceremony (MC), pembicara yang hadir adalah Hikmahanto Juwanto selaku Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Al-Muzammil Yusuf sebagai Ketua Kaukus, Nursyahbani Kantjasungkana, Yuddy Chirsnandi, Andri Hadi selaku Dirjen IDP Deplu RI, dan Mantan Dubes Republik Indonesia untuk Mesir, Bachtiar Aly.
Dalam pemaparan masing-masing pembicara, semua mengarah pada satu kesepakatan yakni kejahatan Israel merupakan kejahatan Hak Azasi Manusia (HAM) luar biasa. “Amerika menyerang Irak 21 hari, sekarang Israel menyerang Palestina sudah memasuki hari ke 22 tapi belum ada tanda-tanda adanya gencatan senjata. Kenapa bisa begini? Karena hukum yang berlaku di dunia ini adalah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang, Dewan Keamanan PBB sepertinya tidak bersungguh-sungguh mau menyelesaikan masalah Palestina” kata Hikmahanto Juwanto dengan nada kecewa.
Sebenarnya untuk permasalahan Palestina ada negara yang bisa membantu tapi tidak mau, sebaliknya banyak negara yang ingin membantu tapi terus dihambat. Para pembicara juga mengingatkan meski Presiden terpilih Amerika Barrack Obama sudah dilantik, kita tak bisa berharap banyak karena belum ada jaminan perang akan segera berakhir.
Pendapat senada datang dari Andy Hadi, menurutnya posisi Indonesia mendukung Palestina sudah jelas, karena sesuai amanat dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi ‘kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan’.
Meski warga Negara Indonesia menentang agresi Israel, namun Andy mengingatkan rakyat kita tidak bisa masuk dengan hard strategic seperti dengan cara masuk ke wilayah Palestina untuk ikut dalam perang fisik, karena situasinya memang tidak memungkinkan. Akan lebih elegan bila kita mengedepankan jalur soft strategic melalui diplomasi. (dewi)
Dalam aksinya, kaukus lintas fraksi ini bertujuan untuk menggalang dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Kegiatan yang diberi nama ‘Pekan Peduli Palestina’ ini menyelenggarakan beragam acara, mulai dari lomba melukis untuk anak-anak, pameran, dialog, dan lain-lainnya selama empat hari berturut-turut terhitung 19 sampai 22 Januari 2009 di gedung Nusantara Dua DPR-RI
Seperti siang ini (20/01) misalnya, tepat pukul 13.30 dialog soal Palestina dengan tema ‘Upaya Efektif Masyarakat Internasional Dalam Menghentikan Pembantaian dan Penjajahan Israel Atas Palestina’ dimulai. Dalam acara yang dipandu Fitra Arsil sebagai Master of Ceremony (MC), pembicara yang hadir adalah Hikmahanto Juwanto selaku Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Al-Muzammil Yusuf sebagai Ketua Kaukus, Nursyahbani Kantjasungkana, Yuddy Chirsnandi, Andri Hadi selaku Dirjen IDP Deplu RI, dan Mantan Dubes Republik Indonesia untuk Mesir, Bachtiar Aly.
Dalam pemaparan masing-masing pembicara, semua mengarah pada satu kesepakatan yakni kejahatan Israel merupakan kejahatan Hak Azasi Manusia (HAM) luar biasa. “Amerika menyerang Irak 21 hari, sekarang Israel menyerang Palestina sudah memasuki hari ke 22 tapi belum ada tanda-tanda adanya gencatan senjata. Kenapa bisa begini? Karena hukum yang berlaku di dunia ini adalah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang, Dewan Keamanan PBB sepertinya tidak bersungguh-sungguh mau menyelesaikan masalah Palestina” kata Hikmahanto Juwanto dengan nada kecewa.
Sebenarnya untuk permasalahan Palestina ada negara yang bisa membantu tapi tidak mau, sebaliknya banyak negara yang ingin membantu tapi terus dihambat. Para pembicara juga mengingatkan meski Presiden terpilih Amerika Barrack Obama sudah dilantik, kita tak bisa berharap banyak karena belum ada jaminan perang akan segera berakhir.
Pendapat senada datang dari Andy Hadi, menurutnya posisi Indonesia mendukung Palestina sudah jelas, karena sesuai amanat dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi ‘kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan’.
Meski warga Negara Indonesia menentang agresi Israel, namun Andy mengingatkan rakyat kita tidak bisa masuk dengan hard strategic seperti dengan cara masuk ke wilayah Palestina untuk ikut dalam perang fisik, karena situasinya memang tidak memungkinkan. Akan lebih elegan bila kita mengedepankan jalur soft strategic melalui diplomasi. (dewi)