Protes Maman Ditanggapi Dingin

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
Pilkada » 23 Agustus 2006 » Hit: 323
Protes Maman Ditanggapi Dingin
TANGERANG – Meski dituding tak punya etika politik oleh Maman Rizal (Ketua Umum Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir), ditanggapi dingin oleh Yayat Suhartono, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Banten.

Menurut Yayat, pernyataan Maman itu tidak mendasar. Karena nama Maman Rizal tidak masuk dalam penjaringan Tim Optimalisasi Musyarokah (TOM) PKS.

“Yang ada dalam TOM diantaranya, Iman Ariyadi, Arudji Phudri, Marissa Haque dan Miing,” ujar Yayat, Selasa (22/8) kemarin.

Dan yang perlu diketahui, lanjut Yayat, penilaian TOM didasarkan atas pertimbangan ketokohan, popularitas, komitmen serta kesamaan visi dan misi dengan PKS.

Seperti diketahui, deklarasi jagoan PKS dan PSI yakni Zulkieflimansyah dan Marissa Haque sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Senin (21/8) lalu di Hotel Le Dian, Serang menyisakan ketidakpuasan dari Maman Rizal, bakal calon wakil gubernur dari PSI. Maman mengaku dirinya mendapat suara terbanyak dalam penjaringan calon wagub di PSI.

Menurut Maman, seharusnya sebelum pendeklarasian, PKS dan PSI memberikan keterangan terlebih dahulu, apa yang menjadi pertimbangan sehingga mengusung Marissa Haque, sebagai wakil gubernur. Sikap itu, lanjut Maman sama saja PKS dan PSI tidak punya etika politik.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Irfan Maulidi tidak mau mengomentari pernyataan Maman dengan alasan tak mau memperkeruh suasana.

“Tak perlulah berita seperti itu ditanggapi. Saya tidak mau berkomentar,” singkat Irfan.

Sedangkan calgub PKS Zulkieflimansyah, menilai pernyataan Maman tersebut merupakan statemen pribadi. “Koalisi PKS dengan PSI tetap solid, pernyataan saudara Maman bukanlah mengatasnamakan PSI,” tandas Zul. (Ilo)

Satelit News
Rabu, 23 Agustus 2006