NTB Masih Perlu Tambahan Listrik

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
Commission VII » 29 Oktober 2007 » Hit: 515
NTB Masih Perlu Tambahan Listrik
dpr.go.id: Walau terjadi peningkatan daya listrik oleh PT. PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam memenuhi kebutuhan mayarakat, namun PT. PLN masih memerlukan penambahan tenaga listrik. Karena peningkatan kemampuan tersebut masih kurang signifikan. Apalagi masih banyaknya daftar tunggu pelanggan rumah tangga sebanyak 95.256, sedangkan pelanggan Non rumah tangga sebanyak 2.662 yang ingin menjadi pelanggan.

Hal itu terungkap saat Tim Komisi VII melakukan pertemuan dengan PT. PLN, kemarin di Rumah makan Ilir-ilir, Mataram, Lombok.

"NTB bila ingin maju harus ada penambahan kelistrikan agar terdapat pembangunan industri yang dapat menggerakan roda perekonomian daerah", kata Airlangga Hartarto pimpinan rombongan Tim Komisi VII.

Penambahan yang kurang signifikan ini diakui General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Wilayah NTB Mustiko Bawono. Menurutnya walau Kabupaten Lombok, Sumbawa dan Bima telah terjadi kelebihan daya mampu listrik, pemadaman listrik secara beargilir masih sering terjadi yang mengakibatkan terganggunya kegiatan perekonomian dan kegiatan kepariwisataan.

Khusus pulau Lombok yang mempunyai kemampuan 88,90 MW sedangkan beban puncak 83,00 MW masih terdapat mesin sewa yang sebagiannya mempunyai kemampuan daya sebesar 24,00 MW terdiri dari 19,00 MW mesin sewa PLN dan 5,00 MW mesin sewa Pemda. Disamping itu umur mesin Diesel yang disewa tersebut usianya telah relative lama, sehingga dalam pengoperasiannya sering mengalamai kerusakan yang berakibat pada pemadaman bergilir, sehingga mengganggu pelayanan kepada pelanggan, perekonomianan dan kepariwisataan.

"Dengan kondisi listrik seperti ini perkembangan pariwisata dan perekonomian akan lamban", kata salah satu anggota Tim Kunker Komisi VII DPR RI Ade Daud Iswandi Nasution.

Senada dengan Ade Daud, Anggota Tim Kunker melihat perlu segera diujudkan grand strategi peningkatan kelistrikan seperti yang direncanakan PT. PLN (Persero) wilayah NTB, guna keluar dari daerah dengan kondisi krisis peyediaan tenaga listrik, dengan cara memperbaiki mesin pembangkit listrik yang ada, menyewa dan menambah mesin, meningkatkan kapasitas pembangkit dan yang lebih penting adalah memanfaatkan bahan bakar alternative.

Sebagai daerah dengan kondisi krisis listrik sesungguhnya NTB memilki potensi kelistrikan yang dapat dimanfaatkan dari tenaga panasbumi (geothermal), tenaga air dan tananam jarak pagar (Jatropha Curcas) sebagai sumber energi alternative biodiesel dari miyak jarak pagar yang dimulai ditanam dari tahun 2005 secara masal. (try)