Merajut Asa Mendulang Sukses

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
KJKS Ibu Mandiri » 18 Juli 2008 » Hit: 189
Merajut Asa Mendulang Sukses
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Ar-Ra’d ayat 11)

Kenaikan harga BBM mulai 24 Mei berimbas menghantam perekonomian ummat terutama masyarakat menengah ke bawah. Karenanya, bisa dipastikan daya beli masyarakat melemah. Salah satu solusinya, adanya strategi kuat untuk memulihkan kondisi itu melalui pendidikan dan pemberdayaan umat. Karena ketika perekonomiannya kuat, masyarakat akan berada di posisi aman, termasuk dari segi hukum. Sebaliknya, perekonomian umat lemah maka daya intelektualitasnya pun akan lemah. Padahal, seseorang yang lemah secara ekonomi akan kehilangan banyak kesempatan untuk berperan.

Salah satu pemberdayaan ekonomi umat yang sedang booming saat ini sebut saja Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Melalui koperasi simpan pinjam berbasis syariah ini banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu umat keluar dari himpitan ekonomi. Mungkin bagi masyarakat kelas atas, uang Rp.300.000 tidak lah terlalu berarti. Tapi bila uang tersebut kita pinjamkan kepada level ekonomi terbawah yang mau berusaha memutarnya dalam bisnis kecil-kecilan dengan sistem murabahah (jual beli) dan margin terjangkau, persyaratan mudah, pasti akan lebih bermanfaat. Itu lah salah satu keistimewaan KJKS, plafond pinjaman yang digulirkan mengutamakan kepentingan masyarakat menengah kebawah.

Banyak sisi positif pembiayaan dengan sistem syariah, salah satunya kita tidak sekadar memberikan umpan, tapi kailnya juga. Melalui lembaga KJKS para peminjam tidak cuma di beri pinjaman, tapi bisnis mereka juga diarahkan menjadi lebih baik.

Ada satu kisah menarik yang mungkin bisa kita ambil pelajarannya (ibroh). Ada seorang Ibu bernama Parti (35 thn), pedagang jamu yang datang ke KJKS Ibu Mandiri di Jalan Raya Serpong No.75, Tangerang. Pertama kali ia mengajukan permohonan pembiayaan sebesar Rp.1 juta untuk usaha jamunya dengan sistem murabahah (jual beli). Ketika permohonan diterima, ia senang bukan kepalang karena menurutnya, cicilan yang harus dibayar sesuai kemampuannya. Sangat berbeda ketika ia harus terjerat dengan rentenir.

Singkat cerita, karena Parti amanah dalam mengemban kepercayaan yang diberikan Ibu Mandiri, pinjaman berikutnya naik menjadi Rp1,5 juta guna membeli gerobak popcorn untuk suaminya agar tidak menyewa lagi. Begitu terus sampai akhirnya sekarang dia punya beberapa gerobak popcorn, usaha kain batik solo, warung kopi dan jamu dirumahnya.

Kini usahanya pun berkembang pesat. ”Sekarang saya sudah punya dua gerobak, dan anak-anak bisa sekolah semua,” kenangnya dalam suatu diskusi curah pendapat belum lama ini. Sekilas mungkin tidak ada yang istimewa dengan kisah ini. Tapi pernah kah kita membayangkan seandainya kita berada pada posisi Parti? Saat ini di luar sana tentu masih banyak orang sepertiParti yang juga butuh uluran tangan agar diberi kesempatan untuk merajut asa demi mendulang sukses, dengan sistem syariah lainnya seperti jual beli (murabahah), bagi hasil (mudharabah), sewa-menyewa (ijarah), kerja sama (musyarakah), dan lainnya.


Oleh : Zulkieflimansyah's Public Services