Memulai Perubahan Dari Diri Sendiri

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Rabu, 08 September 2010
Pilkada » 06 Februari 2007 » Hit: 680
Memulai Perubahan Dari Diri Sendiri
Sebagai kader partai dakwah, kesibukan DR.Zulkieflimansyah,SE.MSc bukan hanya melakukan dakwah di parlemen, di kalangan kader partai kedailan sejahtera/PKS, di kalangan kontstituen, akan tetapi melakukan dakwah pada siapa saja dan dimana saja, karena sejatinya dakwah melintasi semua batas kehidupan,dakwah kepada si miskin agar si mikin jauh dari kekufuran,dakwah kepada si kaya agar si kaya dapat ikut andil dalam membangun Umat dan ikut berperan aktif dalam dakwah,komitmen ini di tunjukan dengan hadir sebagai penceramah pada acara pengajian bulanan Indonesia Power Suralaya dengan tema momentum hijrah, membangun etos kerja muslim yang visioner, antara harapan dan tantangan menuju kinerja kelas dunia.
Di awal ceramahnya DR Zul bercerita tentang seorang tua yang di akhir kehidupannya mencoba menghitung hari dan ketika masih muda pernah bermimpi dan bercita cita merubah wajah dunia, setelah di coba untuk merubah wajah dunia ternyata gagal, lalu Ia berusaha lagi untuk merubah wajah tanah airnya,merubah wajah tanah airnya pun gagal, akhirnya kakek tua terseut mereduksi keinginannya tersebut merubah kampung halamannya ternyata kegagalan pun masih berpihak pada nya, tidak putus asa Ia mereduksi lagi keinginannya untuk merubah wajah keluarganya, akan tetapi ia kembali menemui kegagalan, waktu sudah begitu banyak terbuang hingga usianya yang dulu muda semakin hari semakin menua, kemudian Ia mereduksi lagi keinginannya untuk merubah dirinya sendiri dan Ia berhasil merubah dirinya sendiri, seandainya di usianya yang masih muda Ia memulai perubahan pada dirinya sendiri maka Ia pasti bisa untuk merubah wajah dunia, kalau kita memahami cerita ini maka semua persoalan akan terjawab.

Umat islam harus datang dengan semangat seperti itu, memulai perubahan dari dirinya sendiri, melakukan revolusi dalam dirinya sendiri terlebih dahulu, maka wajar jika saat ini Barat lebih maju dalam banyak hal, karena orang Barat memulai perubahan dari dirinya sendiri. Tidak seperti umat islam yang masih kebingungan untuk memulai perubahan itu dari mana, tidak sedikit ulama ulama kita saat ini yang tidak bisa mennerjemahkan hal-hal yang kontemporer dengan persoalan di dunia, kita masih di ributkan persoalan, fiqih, persoalan poligami, persoalan sholat subuh pakai kunut atau tidak, yang tidak benar adalah yang tidak sholat subuh, terang DR.Zul di sambut tawa ratusan karyawan Indonesia Power yang memadati ruang Batu bara.

Momentum tahun baru hijrah ini kita jadikan momentum untuk melakukan perubahan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam rangka memulai perubahan dalam di diri kita tersebut yakni : Pertama kita harus proaktif dalam artian bukan mengambil inisiatif, kita melihat sisi baik dari suatu persoalan dan jangan mengantungkan harapan berlebih pada sesama manusia, nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri bukan oleh orang lain, kedua kita harus punya gambaran tentang apa yang harus kita lakukan dimasa depan, otak kita mampu merekam apa yang akan kita lakukan sampai puluhan tahun kedepan, ketiga menentukan prioritas dalam kehidupan, prioritas dalam kehidupan terutama buat anak adalah pendidikan yang berkualitas, keempat berpikir lapang untuk memahami segala sesuatu yang telah di tentukan oleh ALLAH SWT dan yang terakhir, kelima adalah kita harus senantiasa mengupgrade kemampuan, terang DR.Zulkieflimansyah mengakhiri ceramahnya.

Imran Rosiawan, staff ahli humas dan media