Kasus rencana pengadaan laptop, misalnya. Anggota DPR (RI) menjadi bulan-bulanan makian sebagian masyarakat yang melihat wakil rakyat itu tidak pernah peduli pada nasib rakyat, tetapi selalu memikirkan diri dan kelompoknya sendiri. Demikian pula kasus PP 37 tentang tunjangan komunikasi anggota dewan, banyak masyarakat menilai anggota dewan sudah tak berhati nurani lagi.
"Publik salah penilaian. Pengadaan laptop itu bukan kemauan atau usulan dari anggota dewan, tetapi dari kesekretariatan (Setjen DPR/MPR-red). PP 37 juga bukan usulan dari legislatif, tetapi dari eksekutif, yakni dari kementerian dalam negeri," jelas Zulkieflimansyah di hadapan seratusan kader Wilda II PKS, di Perguruan Nurul Falah, Cadas, Sepatan, Tangerang, Minggu (8/4) lalu.
Sebelum menjelaskan duduk perkara tersebut, Zul--sapaan akrabnya--mengetes beberapa peserta soal pengaruh media terhadap pencitraan anggota legislatif. Uniknya, jawaban-jawaban itu tidak serta-merta mengikuti suara-suara sumbang terhadap kinerja anggota dewan. "Saya tahu kasus itu memang tidak mencerminkan keberpihakan aleg (anggota legislatif--red) terhadap rakyat. Tetapi, saya yakin aleg-aleg PKS tidak termasuk aleg yang tidak peduli pada nasib rakyatnya. Aleg-aleg bukan PKS mungkin iya, tetapi saya sebagai kader juga tidak mudah begitu percaya pada berita-berita yang muncul kecuali melakukan tabayyun terlebih dahulu pada struktur partai," jawab salah seorang peserta yang dimintai pendapatnya tentang berita seputar kedewanan.
Selain menerangkan tentang berbagai kasus kedewanan yang diblow-up media, Zul juga mengingatkan para kader, khususnya daerah pemilihannya (Banten II), agar membekali diri mereka dengan skill, baik sebagai calon pemimpin masyarakat maupun sebagai tokoh panutan ummat. "Akan tiba saatnya kita melayani dan memimpin bangsa ini. Karena itu, harus dibarengi dengan kemampuan teman-teman untuk mempersiapkan diri, memperbaiki diri sejak sekarang agar pada saatnya nanti kita siap mengemban amanat yang besar tersebut," ujarnya.
Masalah penguatan dan perbaikan ekonomi pun menjadi perhatian besar Zulkieflimansyah. Posisinya di Komisi VI DPR RI yang bermitra kerja dengan kementerian koperasi dan UKM membuat dirinya kian berharap kader-kader PKS dapat mengembangkan perekonomian melalui sektor koperasi dan usaha kecil. "Tanggal 15 April ini staf saya dan bidang pelayanan publik DPD PKS Kabupaten Tangerang akan menyelenggarakan pelatihan perkoperasian. Saya berharap teman-teman, baik yang sudah merintis koperasi maupun yang mau menjalankannya, bisa hadir di sana," katanya.
Acara temu kader dalam rangka reses anggota legislatif tersebut menjadi bagian aktivitas rutin selama bulan April ini. Selain bertemu dengan para kader, Zul juga melakukan pertemuan dengan dewan pengurus PKS dari tingkat DPRa, DPC, DPD, hingga DPW. Para konstituen dan pemilih loyalnya saat Pilkada Gubernur, tahun lalu, pun tetap dijaganya. Minggu (8/4) itu, misalnya. Setelah dari pagi hingga petang berdialog dengan simpatisan, kader, dan pengurus PKS (DPW), malam harinya Zul hadir di tengah komunitas Kerukunan Keluarga Muslim BSD, Serpong, di kediaman mertuanya.
"Ya, beginilah konsekuensi menjadi anggota legislatif. Kita bersilaturahim dengan konstituen tidak hanya saat kita 'butuh' mereka, tetapi juga saat mereka 'membutuhkan' kita juga," jelasnya pada salah seorang warga komunitas BSD. Beberapa warga kompleks yang hadir tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Roji






