Masjid Harus Jadi Sentra Ekonomi Umat

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
Pilkada » 29 Januari 2007 » Hit: 495
Masjid Harus Jadi Sentra Ekonomi Umat
Bersilahturahmi dengan kader dan simpatisan di akhir pekan adalah hal yang rutin di lakukan oleh Dr. Zulkieflimansyah, SE,MSc hal ini di lakukan untuk menepis keraguan di kalangan masyarakat bahwasanya masyarakat hanya di kunjungi menjelang hajatan besar macam pemilu dan pilkada, setelah itu nyaris selama lima tahun tidak pernah bersilahturahmi atau istilah kerennya 5 in 1. Saya bersilahturahmi untuk menetepis asumsi bahwa tokoh/anggota legislatif datang ke masyarakat apabila ada hajatan besar macam pemilu atau pilkada, karena tidak terlampau sering mendapat kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat karena kesibukan sebagai anggota legislatif, terang Dr.Zul.

Silahturahmi yang bertempat di musholla Raudhatul Iman Rukun Warga 11 Purijaya Taman Merpati Pasar Kemis-Tangerang, Sabtu 27 januari 2007, selama acara berlangsung Dr.Zulkieflimansyah yang di daulat untuk memberi ceramah mengingatkan bahwa banyak cara untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan kita mulai belajar mengapresiasikan sesama muslim kita, umat islam ke depannya harus mapan secara ekonomi, masjid harus mulai dijadikan sebagai sentra ekonomi umat, tanpa ekonomi yang baik kita tidak bisa bisa berbuat apa-apa dan tetap akan jadi penonton dan pekerja. masjid sudah harus mulai di dibenahi program dan sasaranya ,hanya berorientasi pada bagunan fisiknya saja tapi sudah saat kita membalikan paradigma untuk memulai memikir kualitas dan kuantitas jamaah, masjid tidak lagi harus di isi oleh anak-naka muda yang progresif dan masjid tidak lagi di isi oleh orang tua yang sudah tidak punya harapan hidup dan melakukan pilihan selain sholat dan dzikir.

Menjawab pertanyan audiensi mengenai starategi umat islam dalam mendukung pemerintahan SBY-JK , Dr. Zul menerangkan karena susah umat islam akan mendukung pemerintahan kalau miskin di belit oleh persoalan kemiskinan, kita tidak boleh mengutuk kegelapan dan kita harus segera menyalakan penerangan, kita sering menyalahkan pemimpin saja tanpa memberi solusi, tugas presiden itu memegang kendali kalau kita analogikan sebagai sebuah kendaran, supir dan enginenya/mesinnya. Supirnya itu presiden dan enginenya/mesinya adalah dunia usaha, sehebat dan sepiawai apa pun supir kalau mesinnya tidak hidup bahkan sudah tidak ada, maka akan dapat kita pastikan kendaraan tersebut tidak bisa jalan, dan anehnya kita sering mengkritis setelah kita tidak memiliki jabatan dan di perlakukan sangat kasar dan tidak adil terhadap pemegang kekuasan, terang Dr.Zul.

Pilihan PKS untuk mendukung pemerintah, karena sekian lama ini umat islam hanya bisa mengkritik tanpa solusi dan konsep yang jelas, PKS masuk dan mendukung pemerintahan agar dapat merasakan langsung apa yang sedang terjadi dan coba memberi solusi dan konsep konsep yang jelas, karena lebih mudah menjadi penonton ketimbang menjadi seorang pemain, terang Bang Zul panggilan karab di kalangan simpatisannya.


M.Imran Rosiawan,SH
Staf Humas & Media Dr.Zulkieflimansyah, SE,MSc