KJKS Ibu Mandiri » 30 April 2008 » Hit: 279
KJKS Ibu Mandiri in Reborn
"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams"
(masa depan adalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi / cita-cita nya)
Kata-kata inilah yang dituliskan DR. Zulkieflimansyah, Pimpinan Fraksi PKS DPR RI yang biasa disapa Bang Zul dalam buku agenda 2008 yang ia berikan pada seluruh staf Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ibu Mandiri pada rapat kerja pengelola di penghujung tahun 2007 di Wisma DPR Griya Shaba, Cikopo, Jawa Barat.
Dinginnya udara Puncak tidak mengurangi konsentrasi dan semangat para pengelola KJKS dalam menyimak kritik, saran, dan motivasi yang disampaikan Bang Zul sedari awal hingga penutupan raker pada malam harinya. Rasanya, dahaga akan ilmu dan motivasi terhapuskan dengan petuah-petuah yang disampakan dosen ekonomi Universitas Indonenesia ini. Bang Zul begitu berapi-api menyampaikan pesannya agar para pengelola menjaga keikhlasan, konsisten dengan visi dan misi KJKS untuk berjuang menjadi lembaga keuangan syariah yang sustainable (istiqomah atau berkesinambungan). Setelah mendengar laporan perkembangan nasabah, pria penyuka olah raga ini juga langsung mengingatkan betapa pengelola KJKS harus benar-benar menjalankan lembaga ini dengan profesional karena amanah ini begitu berat. “Meningkatkan ekonomi masyarakat Tangerang bukan pekerjaan mudah. Butuh keseriusan dan dedikasi yang tinggi”, ujarnya.
Pesan Bang Zul, di usia yang baru enam bulan dengan jumlah anggota yang mencapai 241 dan jumlah nasabah pembiayaan sebanyak 183 orang, beban untuk melakukan pembenahan menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang harus segera direalisasikan. Sepanjang bulan Januari, beragam upaya untuk mewujudkan mimpi tersebut terus dilakukan. Sepanjang bulan itu pula, pemegang amanah KJKS berusaha menggali ilmu dari berbagai sumber guna meningkatkan kapasitas untuk melayani para nasabah dengan lebih baik. Sampai akhirnya, seluruh team yang terlibat di KJKS memutuskan untuk melakukan reborn atau lahir kembali sebagai KJKS Ibu Mandiri yang baru dan tentu saja lebih baik.
Selain bermimpi bisa menjadi Grameen Bank-nya Indonesia, KJKS Ibu Mandiri juga memantapkan diri menjadi lembaga keuangan syariah yang sustainable, memberi banyak manfaat, melayani dengan hati, selalu belajar, kreatif, memberi keuntungan dunia dan akhirat dengan menjalankan Empat Rukun Syariah Marketing yang mencakup inovasi, efesiensi, servis, dan responsibilitas.
Pertama inovasi. Dalam marketing, inovasi merupakan ruh dari setiap pemain pasar terbuka yang harus memiliki suatu keunggulan yang membedakan dirinya dari pemain lainnya baik dalam bentuk produk, layanan atau nilai tambah lainnya. Rasulullah saw bersabda yang intinya “barang siapa berijtihad (berinovasi) dan benar, maka ia akan mendapat dua pahala. Akan tetapi barang siapa salah dalam ijtihadnya, ia tetap akan mendapat satu pahala“.
Kedua efisiensi. Untuk suatu marketing yang efektif, pelaku bisnis tidak boleh terlalu sering mengatakan “barangkali“ dan “ya coba-cobalah“ melainkan katakanlah hal yang pasti. Rasulullah saw bersabda, “perlakukanlah seseorang itu sesuai dengan posisi masing-masing dan berkomunikasilah sesuai dengan kemampuan nalarnya“.
Ketiga servis. Servis harus dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Dalam Islam, tidaklah seorang melakukan pelayanan kepada saudaranya (pelanggan) kecuali akan mendapatkan dua keuntungan yaitu, keuntungan komersial di dunia dan keuntungan pahala di akhirat nanti. Karena, tidaklah seseorang mampu memenuhi kebutuhan orang lain atau meringankan kesulitannya kecuali dicatat sebagai ibadah.
Keempat responsibilitas. Sebuah perusahaan harus memiliki responsibilitas yang terintegrasi dan transedental. Yang dimaksud terintegrasi adalah responsibilitas tidak saja terhadap nasabah, tetapi juga terhadap karyawan, pemegang saham, pemerintah, masyarakat, alam lingkungan dan generasi penerus. Sementara transedental adalah pertanggungjawaban ketika hidup dan sesudah hidup selesai. Karena, sekalipun marketer telah mampu membuat senyum pelanggan tetapi dengan tindakannya membuat marah Allah swt, maka ia telah memasarkan dengan gagal. Syariah marketing mengajarkan bahwa responsibilitas seseorang pemasar belum akan berakhir sebelum dia mampu mempertanggungjawabkan segenap produk dan proses pemasaran di hadapan Allah di Padang Mahsyar nanti. Karena, Dialah Tuhan bagi segenap nasabah, karyawan, generasi penerus, pemerintah dan masyarakat. (lihat dalam pengantar Dr. Muhammad Syafii Antonio dalam buku Syariah Marketing karangan Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula)
Dalam rangka lahir kembali, perubahan yang dilakukan pun tidak tangung-tanggung. Dari mulai perubahan struktur organisasi, Standard Operational Procedure (SOP) atau peraturan perusahaan, strategi marketing yang dipertajam dan diperkuat, sampai pengemasan produk yang semakin fleksibel dan Syar’i. Berbagai pelayanan menjadi menu tambahan, dari mulai gratis biaya pengambilan tabungan & pembiayaan harian, discount margin atau hadiah menarik untuk yang menutup pembiayaan sebelum waktunya, sampai bebas biaya operasional, survey, dan penjemputan .
Perubahan-perubahan besar ini diharapkan dapat menghasilkan positioning (penempatan) dalam benak masyarakat bahwa, KJKS Ibu Mandiri merupakan lembaga keuangan syariah yang lebih mudah, flexible, dan dinamis. Kalaupun ada yang ditolak, biasanya karena Komite Pembiayaan (‘majelis permusyawaratan’ diterima atau tidaknya pengajuan pembiayaan) menilai calon nasabah tersebut terbukti tidak amanah, berbohong atau terlalu mapan untuk dibantu.
Sebagai implikasi dari reborn ini, wilayah jajahan pun diperluas yang tadinya hanya sebatas Serpong, Muncul, Ciputat dan sekitarnya, kini pelayanan KJKS Ibu Mandiri sudah meliputi Pasar Kemis, Pasar Daon, Cikupa, Rajeg, Paku Haji, Sepatan, Teluk Naga, dan lain sebagainya. Bahkan, tim Marketingnya sudah siap dengan Handphone GSM dan CDMA agar mudah dan murah untuk dihubungi.
Tidak hanya itu, KJKS Ibu Mandiri juga bermitra dengan salah satu BMT (Baitul Maal wa Tanwil) yang berlokasi di Ciledug, yaitu BMT KAS (Komunitas Amal Soleh). Jika BMT KAS menangani nasabah khusus wilayah Kota Tangerang, maka KJKS Ibu Mandiri melayani nasabah dari Kabupaten Tangerang, dan lain sebagainya. Bahkan nantinya, KJKS Ibu Mandiri dan BMT KAS berharap bisa bersinergi dengan BMT maupun koperasi-koperasi syariah lainnya guna memberantas kemiskinan dan memajukan perekonomian masyarakat Banten pada khususnya. Kerjasama juga dilakukan KJKS dengan Asuransi syariah untuk pembiayaan dengan plafond tertentu dan salah satu bank syariah untuk pembayaran rekening listrik dan telephone on line dari KJKS Ibu Mandiri yang masih dalam proses.
Begitu juga dengan peluang untuk masyarakat umum, dari mulai pelajar TK sampai pengusaha besar punya hak yang sama untuk ikut memperkokoh atau berpartisipasi dalam perjalanan KJKS Ibu Mandiri menggapai impiannya. Mereka semua bisa berpartisipasi sebagai anggota dengan membuka rekening tabungan, atau sebagai investor dengan membuka deposito atau tabungan berjangka yang ada di KJKS Ibu mandiri.
Dengan konsep marketing syariah yang mengedepankan akhlakul kharimah (akhlak yang baik) dan semangat run to a sustainable bank for the poor, perubahan dan perbaikan terus dilakukan guna membangun KJKS yang berkelanjutan. Tercatat sampai akhir Maret ini anggota (nasabah tabungan) sudah mencapai 333 dengan 15 lembaga pendidikan sebagai nasabah Tabungan Amanah dan 319 nasabah pembiayaan. Pintu untuk masuknya kritik dan saran pun kami buka lebar melalui berbagai akses, dari mulai sms, telpon, e-mail, sampai melalui ruang kerjanya Bang Zul di DPR.
Dibawah komando Ibu Niken Saptarini (istri Bang Zul) sebagai ketua Koperasi Wanita Ibu Mandiri dan dibina langsung oleh Bang Zul, KJKS Ibu Mandiri siap bertempur melawan kemiskinan!






