Economy » 15 Januari 2007 » Hit: 342
Investor Cina Gandeng 500 KUKM
Jakarta – Investor Cina menggandeng perusahaan lokal mengembangkan industri tapioka di Lampung. Sekitar 500 unit koperasi, usaha kecil, dan menengah (KUKM) akan terlibat dalam proyek ini.
“Sudah ada investor asing dari Cina yang berencana bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam bentuk joint venture untuk mengembangkan tapioka, “kata Sri Ernawati, deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemeneg KUKM), di Jakarta, Jumat (12/1).
Namun, Erna – sapaan Sri Ernawati – belum bersedia mengungkapkan nama investor dari Cina atau perusahaan lokal yang akan mengembangkan tapioka di Lampung. Menurut dia, perusahaan Cina itu sedang mengurus proses perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Nilainya (investasi, red) bisa lebih dari US$ 50 juta. Awalnya memang tapioka atau singkong, tapi pasti lama-lama untuk bioethanol. Mungkin mereka mempertimbangkan juga fasilitas pajak PP. No 1/2007 (tentang fasilitas pajak untuk bidang tertentu dan daerah tertentu, red) itu,”tutur Erna.
Dia mengatakan, investor Cina membutuhkan 1.000 hektare dan yang baru siap saat inihanya 400 hektare.. diperkirakan investasi ini dapat melibatkan 500 KUKM. “Diperkirakan satu hectare dapat menghasilkan 10 ton tapioka. Teknologi dan bibit akan dibawa dari Cina, “ kata dia.
Pada bagian lain penjelasannya, Erna mengungkapkan, Kemeneg KUKM mengalokasikan Rp 250 juta pada 2007 untuk memfasilitasi usaha besar dan KUKM. Dana sebesar Rp 250 juta itu, kata Erna, akan digunakan untuk sejumlah pelatihan dan pertemuan untuk usaha besar dan KUKM.
Sebagian dana ini akan digunakan untuk memfasilitasi kemitraan UKMK dengan investor Cina yang ingin mengembangkan tapioka di Lampung.
“Pada 2007 ini kami memfasilitasi usaha besar, koperasi juga UKM khususnya di bidang agro industri,”kata Erna. (avr)
sumber : Investor Daily
Senin, 15 januari 2007
“Sudah ada investor asing dari Cina yang berencana bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam bentuk joint venture untuk mengembangkan tapioka, “kata Sri Ernawati, deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemeneg KUKM), di Jakarta, Jumat (12/1).
Namun, Erna – sapaan Sri Ernawati – belum bersedia mengungkapkan nama investor dari Cina atau perusahaan lokal yang akan mengembangkan tapioka di Lampung. Menurut dia, perusahaan Cina itu sedang mengurus proses perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Nilainya (investasi, red) bisa lebih dari US$ 50 juta. Awalnya memang tapioka atau singkong, tapi pasti lama-lama untuk bioethanol. Mungkin mereka mempertimbangkan juga fasilitas pajak PP. No 1/2007 (tentang fasilitas pajak untuk bidang tertentu dan daerah tertentu, red) itu,”tutur Erna.
Dia mengatakan, investor Cina membutuhkan 1.000 hektare dan yang baru siap saat inihanya 400 hektare.. diperkirakan investasi ini dapat melibatkan 500 KUKM. “Diperkirakan satu hectare dapat menghasilkan 10 ton tapioka. Teknologi dan bibit akan dibawa dari Cina, “ kata dia.
Pada bagian lain penjelasannya, Erna mengungkapkan, Kemeneg KUKM mengalokasikan Rp 250 juta pada 2007 untuk memfasilitasi usaha besar dan KUKM. Dana sebesar Rp 250 juta itu, kata Erna, akan digunakan untuk sejumlah pelatihan dan pertemuan untuk usaha besar dan KUKM.
Sebagian dana ini akan digunakan untuk memfasilitasi kemitraan UKMK dengan investor Cina yang ingin mengembangkan tapioka di Lampung.
“Pada 2007 ini kami memfasilitasi usaha besar, koperasi juga UKM khususnya di bidang agro industri,”kata Erna. (avr)
sumber : Investor Daily
Senin, 15 januari 2007






