Research & Technology Update » 10 Maret 2008 » Hit: 610
Hasil Riset Teknologi Pangan Nasional 2007
15/2/2008
Jurnal Nasional
1. Padi tahan penggerak batang
Telah berhasil merakit varietas padi tahan terhadap serangan hama penggerek batang. Mulai 2003 telah dilakukan “Lapangan Uji Terbatas” dan menghasilkan 4 generasi. Dari hasil uji diperoleh kesimpulan sementara tanaman layak tanam. Kelebihan penelitian adalah tidak merusak ekologi lingkungan seperti tidak menyebarkan gen ke tanaman lain, tidak mematikan serangga, dan tidak berpengaruh pada mikrobia tanah
2. Padi berkualitas unggul
Riset saat ini
Pada 2004-2007 peneliti telah berhasil menemukan benih-benih berkualitas yang setara dengan hibrida dan diuji lapangan antara lain varietas Cilosari, Winongo, Kahayan, Atomita-4, Woyla, Meraoke, Mira-1, Mayang, Dia suci, Bestari, dan lainnya seperti jenis jagung dan kedelai.
Rencana selanjutnya
Beberapa bibit telah dilakukan penangkaran oleh petani benih bekerjasama dengan HTI, dan beberapa lainnya sedang dilakukan tahap uji coba lapangan.
3. Padi tahan penyakit jamur blast
Riset saat ini
Peneliti berhasil meningkatkan kandungan asam salisilat dalam tanaman padi melalui rekayasa genetic.
Rencana selanjutnya
Setelah dilakukan uji rumah kaca, maka seperti percobaan lain butir padi harus melalui ujikeamanan lingkungan, uji keamanan pangan, dan uji multilokasi.
4. Padi tahan kering
Riset saat ini
Peneliti bertujuan untuk merakit jenis padi yang tahan terhadap kekeringan sebagai antisipasi perubahan iklim global. Menggunkan teknik rekayasa genetic peneliti berhasil menemukan gen penyandi kunci. Uji coba telah berhasil dilakukan pada model tanaman Arabidopsis thaliana.
Rencana selanjutnya
Setelah dilakukan uji rumah kaca, maka seperti percobaan lain butir padi harus melalui uji keamanan lingkungan, uji keamanan pangan, dan uji multilokasi
5. Kedelai dan jagung plus
Riset saat ini
Peneliti berhasil menemukan mikrobia dan teknik yang tepat untuk menginsersi mikrobia agar bisa berasosiasi dengan tanaman secara efektif. Hasil riset yang dilakukan mampu meningkatkan hasil panen hingga 100 persen.
Rencana selanjutnya
Sebaiknya hasil penelitian yang ada ditindak lanjuti dengan uji lapangan dengan areal yang luas lebih dari 100 hektar.
6. Bioteknologi peternakan
Bioteknologi reproduksi peternakan melakukan riset produksi sapi potong dan sapi perah di Indonesia. Menggunakan teknik bioteknologi peneliti langsung dapat memisahkan kromosom jenis sapi jantan dan betina. Teknologi ini sudah diterapkan di 16 provinsi di Indonesia seperti Lampung, Sumsel, Sumbar, Riau, Bengkulu, Kalteng, Kalsel, sulsel, NTB, NTT, Bali, DIY, Jatim, Jateng dan Jabar.
Jurnal Nasional
1. Padi tahan penggerak batang
Telah berhasil merakit varietas padi tahan terhadap serangan hama penggerek batang. Mulai 2003 telah dilakukan “Lapangan Uji Terbatas” dan menghasilkan 4 generasi. Dari hasil uji diperoleh kesimpulan sementara tanaman layak tanam. Kelebihan penelitian adalah tidak merusak ekologi lingkungan seperti tidak menyebarkan gen ke tanaman lain, tidak mematikan serangga, dan tidak berpengaruh pada mikrobia tanah
2. Padi berkualitas unggul
Riset saat ini
Pada 2004-2007 peneliti telah berhasil menemukan benih-benih berkualitas yang setara dengan hibrida dan diuji lapangan antara lain varietas Cilosari, Winongo, Kahayan, Atomita-4, Woyla, Meraoke, Mira-1, Mayang, Dia suci, Bestari, dan lainnya seperti jenis jagung dan kedelai.
Rencana selanjutnya
Beberapa bibit telah dilakukan penangkaran oleh petani benih bekerjasama dengan HTI, dan beberapa lainnya sedang dilakukan tahap uji coba lapangan.
3. Padi tahan penyakit jamur blast
Riset saat ini
Peneliti berhasil meningkatkan kandungan asam salisilat dalam tanaman padi melalui rekayasa genetic.
Rencana selanjutnya
Setelah dilakukan uji rumah kaca, maka seperti percobaan lain butir padi harus melalui ujikeamanan lingkungan, uji keamanan pangan, dan uji multilokasi.
4. Padi tahan kering
Riset saat ini
Peneliti bertujuan untuk merakit jenis padi yang tahan terhadap kekeringan sebagai antisipasi perubahan iklim global. Menggunkan teknik rekayasa genetic peneliti berhasil menemukan gen penyandi kunci. Uji coba telah berhasil dilakukan pada model tanaman Arabidopsis thaliana.
Rencana selanjutnya
Setelah dilakukan uji rumah kaca, maka seperti percobaan lain butir padi harus melalui uji keamanan lingkungan, uji keamanan pangan, dan uji multilokasi
5. Kedelai dan jagung plus
Riset saat ini
Peneliti berhasil menemukan mikrobia dan teknik yang tepat untuk menginsersi mikrobia agar bisa berasosiasi dengan tanaman secara efektif. Hasil riset yang dilakukan mampu meningkatkan hasil panen hingga 100 persen.
Rencana selanjutnya
Sebaiknya hasil penelitian yang ada ditindak lanjuti dengan uji lapangan dengan areal yang luas lebih dari 100 hektar.
6. Bioteknologi peternakan
Bioteknologi reproduksi peternakan melakukan riset produksi sapi potong dan sapi perah di Indonesia. Menggunakan teknik bioteknologi peneliti langsung dapat memisahkan kromosom jenis sapi jantan dan betina. Teknologi ini sudah diterapkan di 16 provinsi di Indonesia seperti Lampung, Sumsel, Sumbar, Riau, Bengkulu, Kalteng, Kalsel, sulsel, NTB, NTT, Bali, DIY, Jatim, Jateng dan Jabar.






