Pilkada » 07 Desember 2006 » Hit: 220
Duo PKS Tenangkan Pedagang Tanah Abang
Penyelesaian kasus pedagang pasar Tanah Abang - Jakarta Pusat yang terkatung-katung akhirnya menemukan titik temu setelah sepuluh anggota Komisi VI DPR-RI turun langsung melihat kondisi pedagang. Sidak politisi senayan ke pasar Tanah Abang disambut suasana haru dan tepuk tangan para pedagang dan warga sekitar yang nasibnya tidak menentu akibat belum dicapainya kesepakatan antara pedagang dengan Pemda Provinsi DKI dan PD.Pasar Jaya sebagai pihak pengelola. Kedatangan kesepuluh anggota Komisi VI DPR-RI (Selasa, 6 Desember 2006) dengan mengunakan bus DPR RI dan tanpa pengawalan dari satu pun aparat yang berwenang,melihat kondisi di lapangan Fahri Hamzah mengambil inisiatif untuk menenangkan pedagang. Dalam orasinya Fahri Hamzah berpesan “ bahwa negara ini adalah negara hukum, negara menjamin kebebasan setiap warga negara untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat termasuk untuk berdagang dan hidup layak di negara ini, tidak ada satu orang pun yang boleh menghancurkan masa depan yang sudah kita buat sejak lama. Sebagai anggota parlemen kami diberi mandat penuh oleh rakyat untuk membela kepentingan rakyat, dan kami di Komisi VI memutuskan untuk segera memanggil Gubernur DKI secepatnya agar pedagang dapat berdagang kembali dan melanjutkan hidup yang lebih baik serta eksekusi tidak boleh dilakukan sepihak." tegas mantan aktivis yang kini duduk di Komisi VI DPR-RI. Di akhir orasinya Fahri Hamzah kembali menegaskan bahwa pasar Tanah Abang boleh diubah dan direnovasi seindah dan senyaman mungkin tapi masa depan pedagang tidak boleh dihanguskan dengan cara digusur dengan tindakan refresif aparat.
Orasi Fahri Hamzah disambut dengan tepuk tangan dan teriakan takbir dari ratusan pedagang yang mengerumuninya, kehadiran anggota Komisi VI DPR-RI ini yang dielu-elukan oleh pedagang membuat preman-preman yang mengaku sebagai kepala lingkungan di pasar Tanah Abang kebakaran jenggot dan membuat suasana bertambah tegang melihat suasana yang tidak menentu dan tambah mencekam.
Zulkieflimansyah yang juga anggota DPR-RI dari Komisi VI (Fraksi PKS), angkat bicara menenangkan pedagang dan preman yang nyaris bentrok, “kita tidak boleh diadu sesama kita, teman-teman kepolisian harus mengambil peran maksimal. Kita semua bersaudara, kita harus tetap rasional dan mengedepankan kepentingan bersama, kita akan menyelesaikan masalah ini dengan cara bijak dan beradap, tegas Zul panggilan akrab doktor ekonomi lulusan Inggris ini. langkah yang di ambil Zulkieflimansyah cukup efektif, kedua belah pihak tercerahkan dan suasana kembali tenang. Setelah itu rombongan anggota Komisi VI DPR RI langsung menemui Wakil Walikota Jakarta Selatan yang dijaga ketat oleh ratusan Banpol dan aparat kepolisian. Diruang pertemuan PD pasar Jaya di blok A pasar Tanah Abang, Zulkeiflimansyah memulai pembicaraan dengan Wakil Walikota Jakarta Pusat H. Dadang Efendi, “ kami memahami perubahan di tengah masyarakat yang sudah mapan tentu resistensinya cukup besar, dan kami yakin kalau tidak ada kesepakatan yang di langgar maka hal ini tidak akan terjadi, masyarakat jangan dikorbankan untuk kepentingan konglomerasi, dam saya menyesalkan sikap pengawalan Wakil Walikota yang berlebihan terhadap kami sebagai anggota dewan,”tidak pakai jas, pin DPR dilarang masuk” ini merendahkan martabat lembaga DPR RI dan Martabat Rakyat. Rakyat jangan di intimidasi tegas Zulkieflimansyah.
Wakil walikota Jakarta Pusat yang cukup kaget dengan kedatangan anggota Komisi VI DPR-RI ini hanya meminta maaf atas prilaku aparat di lapangan dan semua yang dilakukan atas dasar perintah dan SK dari Walikota Jakarta Pusat. Setelah berdialog dengan Wakil Walikota Jakarta Pusat, Fahri Hamzah Dan Zulkieflimansyah langsung menemui pedagang pasar Tanah Abang untuk menyampaikan beberapa kesepakatan yakni : air dan listrik harus segera dinyalakan, pagar pembatas di buka untuk mobilisasi pedagang, dan negosisasi harus terus dilakukan tanpa intimidasi.
Sampai berita ini diturunkan walaupun negosiasi antara pedagang dengan pihak PD Pasar Jaya belum mencapai kesepakatan, akan tetapi SMS dukungan terus mengalir ke ponsel pribadi Zulkieflimansyah, salah satu SMS terakhir yang diterima tim News “ Pak Zulkieflimansyah, kami pedagang pasar Tanah Abang sangat berterima kasih, ini tidak dapat kami lupakan,, bapak bisa mengangkat kami kembali bisa usaha di pasar. Kami berdoa semoga semoga bapak dan seluruh anggota Komisi VI dapat lindungan dan berkah dari Allah SWT ( pengirim : 081234xxxxx, HM.Z. Za). *IMRAN, SH
Staf Humas dan Media Zulkieflimansyah
Orasi Fahri Hamzah disambut dengan tepuk tangan dan teriakan takbir dari ratusan pedagang yang mengerumuninya, kehadiran anggota Komisi VI DPR-RI ini yang dielu-elukan oleh pedagang membuat preman-preman yang mengaku sebagai kepala lingkungan di pasar Tanah Abang kebakaran jenggot dan membuat suasana bertambah tegang melihat suasana yang tidak menentu dan tambah mencekam.
Zulkieflimansyah yang juga anggota DPR-RI dari Komisi VI (Fraksi PKS), angkat bicara menenangkan pedagang dan preman yang nyaris bentrok, “kita tidak boleh diadu sesama kita, teman-teman kepolisian harus mengambil peran maksimal. Kita semua bersaudara, kita harus tetap rasional dan mengedepankan kepentingan bersama, kita akan menyelesaikan masalah ini dengan cara bijak dan beradap, tegas Zul panggilan akrab doktor ekonomi lulusan Inggris ini. langkah yang di ambil Zulkieflimansyah cukup efektif, kedua belah pihak tercerahkan dan suasana kembali tenang. Setelah itu rombongan anggota Komisi VI DPR RI langsung menemui Wakil Walikota Jakarta Selatan yang dijaga ketat oleh ratusan Banpol dan aparat kepolisian. Diruang pertemuan PD pasar Jaya di blok A pasar Tanah Abang, Zulkeiflimansyah memulai pembicaraan dengan Wakil Walikota Jakarta Pusat H. Dadang Efendi, “ kami memahami perubahan di tengah masyarakat yang sudah mapan tentu resistensinya cukup besar, dan kami yakin kalau tidak ada kesepakatan yang di langgar maka hal ini tidak akan terjadi, masyarakat jangan dikorbankan untuk kepentingan konglomerasi, dam saya menyesalkan sikap pengawalan Wakil Walikota yang berlebihan terhadap kami sebagai anggota dewan,”tidak pakai jas, pin DPR dilarang masuk” ini merendahkan martabat lembaga DPR RI dan Martabat Rakyat. Rakyat jangan di intimidasi tegas Zulkieflimansyah.
Wakil walikota Jakarta Pusat yang cukup kaget dengan kedatangan anggota Komisi VI DPR-RI ini hanya meminta maaf atas prilaku aparat di lapangan dan semua yang dilakukan atas dasar perintah dan SK dari Walikota Jakarta Pusat. Setelah berdialog dengan Wakil Walikota Jakarta Pusat, Fahri Hamzah Dan Zulkieflimansyah langsung menemui pedagang pasar Tanah Abang untuk menyampaikan beberapa kesepakatan yakni : air dan listrik harus segera dinyalakan, pagar pembatas di buka untuk mobilisasi pedagang, dan negosisasi harus terus dilakukan tanpa intimidasi.
Sampai berita ini diturunkan walaupun negosiasi antara pedagang dengan pihak PD Pasar Jaya belum mencapai kesepakatan, akan tetapi SMS dukungan terus mengalir ke ponsel pribadi Zulkieflimansyah, salah satu SMS terakhir yang diterima tim News “ Pak Zulkieflimansyah, kami pedagang pasar Tanah Abang sangat berterima kasih, ini tidak dapat kami lupakan,, bapak bisa mengangkat kami kembali bisa usaha di pasar. Kami berdoa semoga semoga bapak dan seluruh anggota Komisi VI dapat lindungan dan berkah dari Allah SWT ( pengirim : 081234xxxxx, HM.Z. Za). *IMRAN, SH
Staf Humas dan Media Zulkieflimansyah






