Pilkada » 16 Agustus 2006 » Hit: 179
Dua Aktivis Muda Siap Pimpin Banten
Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc dan Hj. Marissa Haque, SH, H.Mhum siap maju ke Pilkada Banten 2006. Keduanya memiliki integritas dan kompetensi tinggi.
Gema takbir menggema di ruang pertemuan Hotel Mahadria, Serang, Banten, 6 Agustus lalu. Sebagian besar wajah-wajah pimpinan dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Banten-yang memenuhi ruangan tersebut-tampak sumringah. Mereka merasa lega atas terpilihnya pasangan "serasi" Cagub-Cawagub muda nan enerjik: Dr.H.Zulkieflimansyah, SE, MSc, dan Hj. Marissa Haque,SH. Hari itu pasangan tersebut diresmikan oleh koalisi PKS dan PSI (Partai Syarikat Islam).
Pimpinan, kader, serta simpatisan PKS memang pantas menyambut hangat calon pemimpin Propinsi Banten yang berasal dari kalangan internal. Bayangkan, suasana hati para kader yang sebelumnya mendengar berita penetapan sementara seorang Cagub yang disodorkan PKS berasal dari aktivis partai lain. Sedangkan kandidat untuk kursi orang kedua ditempati oleh kader sendiri.
Doktor Zul-begitu ia kerap disapa-merupakan kader PKS yang sudah tidak diragukan lagi integritas dan kompetensinya. Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, ini dikenal sebagai ahli ekonomi perindustrian yang, selain masih muda, juga smart. Keahliannya di bidang ekonomi industri diperolehnya di Departement of Economics, University of Strathclyde, Glasgow, UK (2001).
Saat memperoleh gelar doktor di perguruan tinggi bergengsi di Inggris 2001. usianya baru menginjak 29 tahun. Ia menimba ilmu-berkat beasiswa-di Inggris sejak 1997, ditambah lagi ikutan program non-degree di beberapa negara seperti Jepang, Belanda, serta Amerika Serikat.
Tahun 2003 Doktor Zul mendapat anugerah "Peneliti Muda Terbaik Indonesia" dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Setahun kemudian, saat digelar Pemilihan Umum untuk anggota legislatif, namanya lolos sebagai aleg DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten.
Concern dan pemikirannya yang berkutat di bidang ekonomi industri membawanya duduk ke Komisi VI (Perindustrian, Perdagangan, Investasi, Koperasi & UKM, serta BUMN). Fokus, memang menjadi kata kunci bagi mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia ini. "Jika negara diserahkan pada politisi yang tak mempunyai integritas, kompetensi, dan idealisme, maka selamanya permasalahan yang kita hadapi takkan pernah beres," tandasnya.
Bapak yang baru saja dikaruniai anak kelima ini memiliki visi dan misi yang jelas di bidang industri. Cita-cita besarnya ialah membuat cetak biru industri Indonesia yang kokoh. Sebab, katanya, para pemimpin bangsa ini sudah cukup lama melupakan sektor ini. Berbekal ilmu dan pengetahuan, lanjutnya, anggota DPR yang peduli dan punya konsep terhadap masalah ini, sudah saatnya dapat memaksa eksekutif untuk merealisasikannya.
”Pemerintah Indonesia saat ini mempunyai PR serius, yaitu membangun industrial base yang kokoh, yang didukung oleh akumulasi kemampuan teknologi yang terencana dan intensif,” tegasnya.
Mantan Ketua Mahasiswa Muslim Indonesia di Britania Raya dan sekitarnya ini menunjukkan kelemahan di bidang industri yang menyebabkan ekonomi kita kehilangan ”taringnya”. Pertama, munculnya negara-negara kecil yang serius mengembangkan industrinya seperti China dan Vietnam.
Kedua, katanya, ketidakmampuan industri dalam menekan ongkos produksi. Ketiga, ekspor kita yang masih bergantung pada beberapa komoditas tertentu seperti plywood, tekstil, footwear, dan barang-barang elektronik. Keempat, Indonesia sampai sekarang tak memiliki industri barang modal sehingga peralatan dan mesin sangat tergantung pada kebutuhan ekspor. Kelima, Indonesia tak berhasil melakukan pendalaman teknologi dalam memproduksi barang-barang ekspor. Dan keenam, sebagian industri dalam negeri terjebak pada budaya merakit semata (assembly production).
Meski sudah-dan masih-merasakan hidup di lingkungan orang-orang sukses dan ”the have”, Doktor Zul tak ”lupa diri”. Ini tampak dari performance dan gaya hidupnya yang tidak mencolok. Latar belakang keluarganya yang bukan dari kalangan berada itu masih melekat di sanubarinya.
Marissa Haque Pasangan Pas
”Saya langsung menyambut tawaran PKS untuk berpasangan dengan ’Pak Gubernur’ Zul, kenapa? Karena saya melihat beliau memiliki kecerdasan yang tinggi dan juga punya integritas. Saya percaya PKS adalah sebuah partai yang memiliki kader-kader potensial,” ungkap Marissa Haque saat silaturahim dengan kade dan simpatisan PKS di Lapangan Kelurahan Rempoa, Ciputat, 13 Agustus lalu.
Begitulah kata yang tulus keluar dari aktris yang pernah ngetop, dan sejak 2004 lalu juga menjadi wakil rakyat di tingkat pusat. Hanya saja perempuan ”berkepala” empat yang masih tampak muda ini lolos menjadi aleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tampaknya semangat hidup Islamnya yang terpelihara saja yang mampu mempertemukan ikatan batinnya itu dengan kader-kader PKS.
Dari pekerja seni menjadi seorang politisi bukan menjadi sesutau yang kontras. ”Saya merasa bahwa ada jalan Tuhan yang mengantarkan saya pada sebuah dunia yang sama sekali berbeda ini. Ada amanah yang harus dikerjakan, ada pembelaan yang harus dilakukan untuk masyarakat kecil, serta beribu-ribu tugas-tugas kemasyarakatan lainnya,” akunya pada sebuah harian daerah.
Mbak Icha-begitu sapaan akrabnya-mengaku sudah sangat-sangat siap duet untuk memimpin Propinsi Banten, yakni sebuah propinsi muda yang telah lama dikenal relijius. Kandidat doktor ini pun siap membagi-bagikan ilmunya, terutama soal lingkungan hidup bagi masyarakat yang kelak dipimpinnya.
”Kalau ditakdirkan memimpin Banten, saya akan membagi-bagikan ilmu mengenai pembuatan daur ulang limbah organik. Bukan hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup, tapi juga mendatangkan peluang usaha,” katanya di hadapan ratusan kader dan simpatisan sekitar Ciputat dan Pamulang itu.
Doktor Zul dan Mbak Icha benar-benar pasangan pemimpin yang cerdas dan populis. Mereka pun siap melayani umat dengan bekal iman, ilmu, serta amal.
Misroji
(Tulisan Cover Buletin DPD PKS Kab. Tangerang)






