Dari Reaktif Menjadi Trend Setter

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
News » 26 Februari 2007 » Hit: 128
Dari Reaktif Menjadi Trend Setter
Dalam satu tahun ke depan, pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI akan mendorong setiap anggotanya--dari total 45 orang--untuk meningkatkan kinerjanya, khususnya di bidang pengawasan (controlling).

Tekad tersebut disampaikan Wakil Ketua FPKS Bidang Pengawasan Dr. Zulkieflimansyah dalam Rapat Kerja FPKS yang diselenggarakan di sebuah hotel di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Zul--sapaan akrabnya--untuk meningkatkan kinerja tersebut ada beberapa strategi yang akan diimplementasikannya. Aleg FPKS, katanya, tak boleh lagi bersikap reaktif atas masalah atau isu yang berkembang di ranah publik. "Sikap reaktif Aleg terhadap isu-isu atau persoalan yang muncul di tengah publik tidaklah efektif bagi proses penyelesaian masalah. Sikap reaktif kerap membuat Aleg tidak mendapat apresiasi dari publik," tandasnya.

Sikap proaktif, menurut penilaian Zul, sebenarnya sudah baik. hanya saja, katanya, sikap ini masih sebatas berkutat pada skup yang kecil (pribadi atau kelompok kecil) dan tidak konsepsional. Ia memperkenalkan istilah menjadi "trend setter" bagi Aleg untuk sebuah keputusan bersama yang dijalankan oleh masing-masing Aleg sesuai dengan kapasitas dan concern-nya.

"Untuk menjadi trend setter harus ada koordinasi, informasi, data, dan fakta," ujarnya. Koordinasi ini, lanjutnya, akan digiatkan melalui rapat koordinasi dengan ketua-ketua Poksi (Kelompok Kerja Komisi) secara rutin (pekanana). "Setiap rapat akan dibahas isu-isu penting yang berkembang, kemudian mengatur strategi dan tindakan apa yang akan kita ambil sebagai tindak lanjut," terang anggota Komisi VI ini.

Hasil rapat koordinasi tersebut nantinya akan dijadikan sebagai suara resmi Fraksi, bukan lagi suara Poksi atau anggota secara orang perorangan. Selanjutnya ditentukan orang (Aleg) yang tepat dan berhak memberikan statemen untuk konsumsi beberapa stakeholder seperti kalangan media, pimpinan DPR, dan eksekutif.

Dengan strategi semacam itu, diharapkan Aleg-aleg FPKS akan menjadi trend setter, sehingga kinerja mereka mendapat apresiasi dan respons positif dari masyarakat luas.