Berharap Cahaya Di Ujung Terowongan

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
News » 13 Mei 2009 » Hit: 328
Berharap Cahaya Di Ujung Terowongan
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono baru akan mengumumkan nama calon wakilnya untuk pemilihan presiden (pilpres) pada Jumat mendatang, tapi kabar yang menyebutkan nama Boediono semakin santer terdengar. Pria kelahiran Blitar ini, layaknya kuda hitam. Ia datang pada saat injury time, namun berpotensi menyisihkan sejumlah Cawapres lainnya, mulai dari Hidayat Nur Wahid (HNW), Hatta Rajasa, Din Syamsudin, Muhaimin Iskandar, bahkan Akbar Tanjung.

Pilihan pada kalangan profesional ini kontan saja membuat suasana koalisi blok Cikeas, yang dimotori Partai Demokrat (PD) terancam goyah. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) ‘mengancam’ mundur dan membuat poros alternatif.

Sebagai respons atas pilihan SBY itu, sejak Selasa siang (12/5) hingga tengah malam peserta koalisi melakukan pertemuan cukup intens di beberapa tempat. Siang harinya, pertemuan di gelar di ruang ketua Fraksi PKS Mahfud Siddiq dan petang harinya dilanjutkan di Hotel Nikko, Jakarta. Dalam pertemuan itu, petinggi partai membahas sekaligus mempertanyakan rumor ditunjuknya Boediono sebagai Cawapres pasangan SBY dalam pilpres 8 Juli mendatang.

Meski terjadi goncangan dalam tubuh peserta koalisi, namun sejauh ini respons yang disampaikan masih sebatas protes dan permintaan klarifikasi terbuka dari SBY dan Demokrat atas penunjukan Boediono itu. Sementara ultimatum menarik dukungan belum terdengar sama sekali dalam peta koalisi itu.

Menanggapi polemik ini, ketua DPP PKS Zulkieflimansyah mengatakan, sesuai kesepakatan antara PKS dan Demokrat, penentuan Cawapres SBY mestinya dibicarakan bersama oleh peserta koalisi. “Jangan sampai masa yang akan datang justeru terjadi begini. Setiap keputusan tidak dibicarakan kepada koalisi,” tandasnya seperti dikutip inilah.com.

Oleh karena itu, dari gonjang ganjing yang kiang memanas, pria berkaca mata ini berharap semoga ada jembatan pengertian dalam kisruh penentuan cawapres SBY. “Kita berharap semoga ada cahaya di ujung terowongan,” ujarnya diplomatis dalam acara Ring Politik yang di gelar AN TV.

Pria lulusan Inggris ini menilai cukup wajar jika penunjukan Boediono sebagai Cawapres pasangan SBY mendapat protes keras dari peserta koalisi. Mengingat, peserta koalisi jauh-jauh hari sudah menominasikan kader terbaiknya untuk disandingkan dengan SBY. Namun, di tengah penantian panjang itu, SBY justeru tidak memilih dari kalangan partai politik.

Bagi Bang Zul, jika SBY perpasangan dengan HNW, mesin politik PKS bisa dipastikan akan bekerja secara maksimal guna mendulang suara pilpres 2009. Namun, jika bukan HNW, harus ada upaya solutif guna menyembuhkan perasaan ‘luka’ kader dan simpatisan PKS. “Harus ada jalan ke luar yang bisa mengobati luka kader,” katanya.* (Adi)