Banten Terkontaminasi Sistem Politik Dinasti

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Kamis, 29 Juli 2010
Politic » 03 Februari 2009 » Hit: 828
Banten Terkontaminasi Sistem Politik Dinasti
Rakyat Banten boleh jadi tak ada yang tak mengenal sosok yang satu ini. Maklum, 2 tahun silam, berpasangan dengan artis Marissa Haque, DR. H. Zulkieflimansyah, MSc mencalonkan dirinya sebagai Gubenur Banten. Kini, di Pemilu 2009 mendatang, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI ini kembali dicalonkan partainya sebagai wakil rakyat Banten di Senayan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sosoknya, wartawan Baraya Post MW Fauzi mewawancarainya Kamis (15/1) lalu. Berikut intisarinya.

1. Apa yang melandasi Anda kembali dicalonkan PKS sebagai caleg di DPR RI ?
Dalam fatsoen politik Partai Keadilan Sejahtera, jabatan adalah amanah. Untuk itu, politik yang kami jalankan adalah politik yang tidak meminta jabatan dari struktur, akan tetapi struktur di tiap level melalui musyawarah yang menentukan seorang kader dapat duduk sebagai anggota legislatif. Jadi, bukan saya yang meminta, akan tetapi ini adalah amanah struktur di PKS. Jadi landasan saya menjadi anggota legislatif adalah amanah yang di bebankan oleh struktur untuk dapat merealisasikan program partai kedalam bentuk konkret peningkatan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat luas.

2. Selama Anda menjadi wakil rakyat, bisa Anda contohkan kegiatan konkret yang telah Anda lakukan, khususnya untuk Provinsi Banten?
Sebenarnya saya agak sungkan untuk mengatakannya, nanti di kira ’riya’, tapi sebagai pertanggungjawaban kepada publik, beberapa isu lokal yang menjadi perhatian nasional, kami teman-teman di PKS selalu mengangkat dan memperjuangkannya yang berujung kepada kesejahteraan dan kepastian hukum. Salah satu contohnya adalah saat pemerintah akan memprivatisasi PT. Krakatau Steel, kami di PKS dan saya yang duduk di Komisi VII dengan tegas menolak agenda tersebut karena kami menilai akan merugikan masyarakt Banten pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Disisi lain, saat harga bakar dunia turun, kami di Komisi VII mendorong pemerintah untuk menurunkan harga BBM yang bisa dinikmati masyarakat saat ini. Sementara untuk kiprah saya di sekitar perumahan karena kebetulan saya pada waktu pemilu 2004 di berangkatkan dari dapil Tangerang, saat ini saya menjadi pembina Koperasi Syariah Mikro ”Ibu Mandiri” yang memiliki nasabah ribuan yang tersebar di Tangerang dengan mayoritas adalah kalangan ekonomi kecil. Pada beberapa komunitas, setiap bulan saya secara berkelanjutan menjadi donatur dan pembina bagi komunitas-komunitas seni dan budaya.

3. Bagaimana dengan yang belum, adakah sesuatu yang menurut Anda masih ingin dilakukan untuk Banten?
Hmm... sebenarnya miris juga kalau kita berkeliling Banten, mulai dari Tangerang, Serang, Cilegon hingga Pandeglang dan Lebak. Apa iya, masyarakat kita harus hidup dalam standar kemiskinan sementara ’beberapa’ pejabatnya hidup makmur. Kita memiliki Bandara Internasional di Tangerang, tapi masyarakat di sekitarnya hanya menjadi penonton . Kita memiliki ribuan industri teknologi tinggi di sepanjang Balaraja, Cikande dan Cilegon, tapi masyarakat kita masih banyak juga yang menjadi pengangguran, tapi masyarakat disekitarnya masih banyak yang jadi kuli panggul. Kita memiliki beberapa sekolah bertaraf internasional tapi banyak juga dari masyarakat kita yang belum melek huruf. Sementara di sepanjang garis pantai Anyer, Carita dan Ujung Kulon, potensi ekonomi di bidang pariwisata belum tergarap optimal. Apa yang salah dari manajemen pembangunan di provinsi ini...? Saya ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terbebas dari belenggu dan jerat kemiskinan dan menyadarkan bahwa sebenarnya kita kaya akan potensi dan bisa bangkit meraih kesejahteraan... and it’s possible.

4. Melihat kondisi Banten terkini, pada sektor apa yang menurut Anda paling harus dibenahi, dan seperti apa solusinya?
Saya kira perlu ada pembenahan manajemen di berbagai level birokrasi serta harmonisasi komunikasi di setiap level, mulai dari pimpinan tertinggi hinnga menyentuh struktur pemerintahan tingkat RT/RW yang nota bene adalah ujung tanduk dari pelaksanaan serta pengawasan pembangunan. Dan yang paling utama adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum. Seluruh program dan proyek APBD dan APBN harus transparan pengerjaannya serta masyarakat terlibat aktif dalam pengawasannya.

5. Bagaimana dengan sisi potensi, menurut Anda di sisi mana saja Banten punya keunggulan dan bagaimana memaksimalkannya?
Harus kita sadari bahwa provinsi ini memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari sisi strategis wilayah yang menjadi buffer Ibu Kota DKI serta ’Jembatan’ antara Pulau Jawa dan Sumatera. Dan kita juga tidak melupakan potensi pertanian dan peternakan yang acap kali terabaikan. Mengapa kita masih harus mendatangkan beras dari luar Banten serta mendatangkan buah-buahan suplai daging dari luar daerah? Padahal kita memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang sangat potensial. Salah satu cara memaksimalkannya adalah melibatkan secara aktif seluruh lapisan masyarakat. Begitu pula dengan program CSR (Community Social Responsibility) yang harus dirasakan oleh masyarakat sekitar kawasan industri. Kita sadar tidak semua masyarakat yang tinggal di kawasan industri dapat bekerja, namun mereka harus dioptimalkan dengan program kemitraan.

6. Untuk melakukan hal itu, tentu Anda harus duduk kembali di Senayan. Nah, bagaimana Anda menggambarkan peluang Anda?
Peluang saya untuk dapat duduk kembali sepenuhnya saya serahkan pada Yang Kuasa, namun dalam bentuk ikhtiar, saya bersama teman-teman di struktur PKS sepenuh hati bekerja untuk memenangkan PKS secara keseluruhan, baik tingkat DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi serta DPR RI yang diamanahkan kepada saya selaku caleg nomer satu di DPR RI asal dapil 2 Banten yang meliputi Kota/Kabupaten Serang serta Kota Cilegon.

7. Dengan keputusan MK terkait penentuan suara terbanyak dalam memilih seorang caleg, bagaimana Anda menyikapinya?
Alhamdulillah, saya menyikapi secara biasa-biasa saja. Namun saya melihat ini adalah peluang bagi PKS, karena kami di PKS tidak bekerja untuk pribadi, namun untuk kemenangan partai secara keseluruhan. Sementara di partai lain kami melihat, potensi konflik antar nomer urut sangat besar, kami mencoba masuk ke arah perebutan suara berbasis massa.

8. Soal target perolehan suara PKS di Banten, bisa Anda mengutarakannya? Dan bagaimana kiat untuk memenuhi target tersebut?
Kami di PKS secara nasional memiliki target 20% suara, sedangkan untuk Banten kami memiliki target suara 30%. Saya pikir ini adalah hitungan rasional untuk meraih kepercayaan masyarakat. Secara konkret para kader dan struktur di PKS secara massal.

9. Bagaimana Anda menyoroti minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait kemungkinan besarnya kesalahan pemilih dalam menggunakan suaranya?
Ini sebenarnya masalah klasik yang selalu terulang dari tahun ke tahun. Kalau memang sudah ada anggaran sosialisasi, mengapa harus di tunda? Kasihan masyarakat yang bingung menyikapi tata cara pencontrengan saat pemilu. Sudah selayaknya KPU di semua level menrangkul berbagai komunitas dan parpol itu sendiri untuk turut serta mensosialisasikan tata cara pemilu 2009.

10. Terkait hal itu, apa yang sudah dilakukan PKS, paling tidak kepada konstituennya sendiri?
Alhamdulillah, kalau kami di PKS, dalam setiap kunjungan dan silaturahiim selalu mensosialisasikan tata cara pemilu untuk semua level dan kalangan, hal ini demi percepatan pemahaman pemilu yang harus kita akui berbeda dari sistem pemilu 2004. Maka dari itu, kami memiliki beragam tim, mulai dari Tim yang melakukan pendekatan pada kyai dan ulama, tim yang melakukan pendekatan pada kaum ibu-ibu hingga pendekatan tim yang kami bentuk untuk sosialisasi pada kaum muda dengan menerjunkan tim PKS-Vaganza.

11. Terkait fenomena besarnya angka golput yang menandakan kian tipisnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol, bagaimana Anda memandangnya? Bagaimana langkah PKS untuk meminilisasi hal ini?
Saya kira ini adalah tantangan pada semua pihak termasuk parpol, namun demikian hal ini harus dinilai secara menyeluruh, Amerika Serikat sebagai dedengkot demokrasi juga memiliki angka golput yang tinggi. Bagi kami di PKS, ini adalah ’PR’ yang harus kami kerjakan, sedangkan untuk strategi meraih suara golput, tentunya ini rahasia dapur kami di PKS.

12. Secara global/nasional, bagaimana Anda menggambarkan peta persaingan antar parpol sekarang ini?
Untuk peta politik secara nasional, saya melihat persaingan antar parpol sudah mengerucut pada persaingan antar individu dalam meraih kursi, sedangkan ’perang’ ideologi partai sedikit tergerus. Seara riil di masyarakat, mereka sekarang ini lebih pragmatis, yang penting ’perut’ terisi dan kebutuhan pokok terpenuhi, maka itulah parpol harapan.

13. Khusus di Banten, bagaimana Anda menggambarkan dunia dan iklim politiknya?
Agak menarik di Banten, peta politik sepertinya sudah terkontaminasi dengan sistem politik dinasti, dimana hampir merata para incumbent kepala daerah mencalonkan kerabatnya untuk dapat duduk di kursi legislatif. Ini adalah ironi demokrasi yang mencalonkan caleg bukan dari kapasitasnya tapi dari sisi kerabatan.

14. Saat pencalonan Anda sebagai Gubernur Banten dulu, hal apa yang paling menjadi catatan Anda?
Saya memiliki kenangan tersendiri dalam setiap kunjungan saya pada waktu pilgub 2006. Bahwasanya potensi Banten yang luar biasa hanya menjadi mubazzir jika tidak terkelola dengan baik. Rasa frustasi masyarakat menyikapi pembangunan merupakan paradoks yang acap kali kami temui. Pernah suatu waktu seorang ibu menghampiri saya dan mengatakan ”Pak Zul, titip salam saya buat presiden RI, katakan bahwa sebaiknya pilgub dan pemilu dilakukan setiap tahun, karena di saat-saat tersebut kami selaku rakyat kecil selalu di kunjungi oleh para calon dan selalu mendapat bingkisan”... ini merupakan gambaran kecil bahwa demokrasi kita baru sebatas money politic yang sulit di ungkap.

15. Menilik kondisi terkini, apa yang Anda paling bisa tawarkan kepada masyarakat Banten untuk memilih Anda sebagai wakil mereka di Senayan?
Insya Allah kami di PKS memiliki platform pembangunan yang komprehensif meliputi pembangunan seluruh aspek dan pemerataan yang berkelanjutan. Secara sederhana arti kesejahteraan harus dapat di wujudkan dan nyata di rasakan manakala masyakat Banten secara umum harus lebih kaya dalam sisi ekonomi di bandingkan para wakil rakyat dan birokrat. Program kami di PKS selama ini secara konkret dapat di rasakan masyarakat melalui wakil-wakil mereka yang duduk di kursi legislatif yang kemudian di teruskan melalui program pembangunan oleh para eksekutif.

B. PERTANYAAN UNTUK BOKS PRIBADI

1. Sejak kapan Anda tertarik terjun ke dunia politik dan apa yang melandasinya?
Sebenarnya saya bergabung dengan PKS jauh hari sebelum partai ini terwujud secara formal. Kami para mahasiswa yang tergabung dalam pengajian kampus selalu aktif menyikapi segala persoalan yang dijalankan oleh sistem pemerintahan orde baru. Berlanjut saat pecahnya reformasi, kami mahasiswa Indonesia di luar negeri juga tidak ketinggalan menyikapinya. Alasan utama saya terjun ke dunia politik, karena melalui mekanisme partai politik kita dapat berkiprah langsung membenahi persoalan masyarakat. Bukan lagi dengan demo-demo anti pemerintah sebagaimana yang sering kami lakukan dulu saat menjadi pelajar dan mahasiswa yang hanya menjadi bulan-bulanan aparat.

2. Mengapa Anda memilih PKS sebagai kendaraan politik Anda?
Saya melihat PKS memiliki potensi dan sisi ideologis dalam pengembangan jiwa insani dan persoalan ummat. Sesuatu yang di jalankan secara berjamaah akan lebih baik di bandingkan saat di jalankan secara pribadi. Di PKS kami di kontrol secara kolektif, hal ini merupakan dasar dari integrasi pribadi dan aktualisasi pembangunan bagi ummat.

3. Bisa dijelaskan seperti apa idealisme politik Anda?
Sangat sederhana, idealisme politik saya selalu bercermin pada perjalanan hidup Rasulullah SAW, dan saya melihat hal ini memiliki kedekatan pada sisi ideologis PKS.

4. Modal apa yang paling Anda punyai dan dijadikan pegangan untuk memasuki persaingan dunia politik yang katanya keras?
Insya Allah saya berpegang pada Qur’an dan Sunnah rasulullah, dilain pihak saya merasa kuatnya kekeluargaan di PKS menjadikan kami di dalamnya seperti keluarga besar dalam mengisi pembangunan. Secara pribadi, modal pendidikan dan relasi yang saya miliki dapat menguatkan potensi pribadi.

5. Siapa orang yang paling mempengaruhi karir politik Anda?
Keluarga saya merupakan pendorong utama saya berkarir di bidang politik. Ibu saya sangat mempengaruhi perjalanan politik saya, serta dukungan istri dan anak-anak yang memahami bahwa menjadi politikus adalah sebuah amanah bagi diri saya pribadi.

6. Dengan kian gencarnya pemberitaan sejumlah kolega Anda di DPR yang terlibat kasus tipikor, bagaimana Anda menyikapi fenomena ini?
Ini merupakan salah satu pukulan bagi kami yang masih duduk di DPR, tapi saya menyikapinya bahwa ini adalah realita yang harus dipahami oleh masyarakat, bahwa untuk menjadi anggota dewan di perlukan kontrol menyeluruh dari berbagai lapisan masyarakat dan ini juga harus dipahami oleh masyarakat bahwa peran masyarakat sangat di perlukan. Kalau hal ini berjalan, saya pikir merupakan pertanda bagus buat kedepannya.

7. Bicara tentang korupsi di negeri ini, Anda yakin bisa dituntaskan? Dan bagaimana caranya?
Kita harus meyakini bahwa pemberantasan korupsi harus dijalankan secara komprehensif. Maka dari itu, diperlukan kontrol dari berbagai elemen termasuk peran pers sebagai penyeimbang. Termasuk control bagi semua penegak hukum di negeri ini.

8. PKS termasuk parpol paling gencar menyuarakan keprihatinan terhadap aksi brutal militer Israel terhadap rakyat Palestina. Bagaimana tanggapan Anda sendiri terhadap hal ini?
Ini merupakan salah satu wujud dari implementasi platform luar negeri PKS, dan ini merupakan salah satu cita-cita UUD 1945 yang menjelaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Kami di PKS sudah sewajarnya melakukan hal ini, karena ini merupakan amanat rakyat dan kami berharap parpol lain melakukan hal serupa.

9. Seharusnya, langkah paling tepat apa yang bisa dilakukan kaum muslim untuk ikut mencarikan solusi konflik di Palestina ini?
Lakukan semua bentuk solidaritas yang mampu kita tunjukkan, mulai dari aksi simpati melalui jalur demo damai mendukung Palestina, aksi boikot produk pendukung Israel hingga aksi termudah melalui kiriman doa bagi saudara-saudara kita di Palestina.

10. Tentang keluarga, bagaimana keberadaan mereka terkait karir dan kiprah politik Anda?
Seperti saya katakan sebelumnya, Alhamdulillah keluarga saya mendukung kiprah saya untuk terjun di dunia politik.

11. Bagaimana Anda mensiasati waktu antara seorang politikus, pengusaha, dan kepala keluarga?
Saya memiliki keluarga yang memahami arti dan posisi saya sebagai politikus, pengusaha dan kepala keluarga. Kita harus memiliki skala prioritas dalam menjalani lakon hidup disaat yang bersamaan, namun demikian kita harus memahami mana yang harus dinomor satukan pada saat itu.

12. Dengan segala macam kondisi dan fenomena sosial teraktual sekarang ini, bagaimana Anda menggambarkan pendidikan dalam keluarga yang paling ideal?
‘Baiti Jannati’ merupakan ungkapan bahwa Rumahku adalah Surgaku. Pola pendidikan yang ideal menurut saya adalah ibu merupakan guru bagi anak-anaknya. Namun demikian, setiap anak harus juga mendapat porsi pendidikan formal yang sesuai dengan usia dan lingkungannya. Kita harus berharap bahwa anak-anak kita kelak harus lebih baik dari kita saat ini.

13. Sepanjang hidup Anda, apa yang telah Anda lakukan dan paling Anda syukuri?
Saya selalu bersyukur setiap saat manakala Allah masih memberikan helaan nafas dan kesehatan serta iman Islam didalam dada ini. Yang paling saya syukuri adalah ketika saya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dari potensi yang saya miliki dan itu memberikan kebaikan bagi orang lain.

14. Sebaliknya, apa yang menurut Anda satu hal yang Anda ingin lakukan tetapi belum terwujud?

Saya ingin melihat masyarakat Banten sejahtera dan terpenuhi segala aspek materi dan immateri. Saya pernah mencobanya ketika dicalonkan menjadi Gubernur Banten 2006… dan ternyata Allah SWT belum memberikan amanah itu kepada saya. Kedepan saya berharap, aktualisasi saya di DPR dapat meberikan nilai kebaikan bagi masyarakat Banten pada umumnya.

Petikan tanya jawab diatas adalah hasil wawacara Bang Zul dengan Koran Banten Raya Post yang telah terbit pada Rubrik ‘Wajah’, Sabtu 17 Januari 2009