Bang Zul dan Rumah Dunia

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
News » 21 Mei 2008 » Hit: 232
Bang Zul dan Rumah Dunia
Jika dilihat sekilas, Bang Zul dan Rumah Dunia merupakan dua entitas yang berbeda, berlainan, bahkan tidak berkaitan sama sekali. Bang Zul merupakan panggilan akrab dari Zulkieflimansyah, anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Sementara Rumah Dunia merujuk pada sebuah nama komunitas kecil di tengah perkampungan sederhana di Komplek Hagar Alam, Ciloang, Serang, Banten. Sebuah komunitas kecil dengan segelintir anak muda yang mempunyai komitmen tinggi untuk mencerdaskan anak bangsa dengan mensosialisasikan arti penting membaca dan menulis di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Aktifitas keseharian Rumah Dunia yaitu membuka kelas membaca dan menulis.

Namun, jika dilihat riwayatnya ke belakang, Bang Zul dan Rumah Dunia merupakan dua nama yang klop, berdekatan, dan tidak bisa dipisahkan. Mengapa? Seperti diketehui, Bang Zul adalah sosok yang dikenal khalayak mempunyai komitmen tinggi terhadap pentingnya pendidikan dan kecerdasan anak bangsa. Sementara Rumah Dunia merupakan tempat dimana sekelompok orang dengan semangat tinggi termotivasi untuk mensosialisasikan arti penting membaca dan menulis di tengah masyarakat yang acuh akan pendidikan.

Di areal yang tertata alami ini, komitmen Bang Zul dibuktikan dengan menginvestasikan sejumlah buku yang dimilikinya. Karena buku yang diberikan sangat banyak, pihak pengelola Rumah Dunia mengapreseasi semangat itu dengan membentuk Zul Corner dengan puluhan buka yang dikoleksinnya.
Awalnya, perkenalan Bang Zul dengan rumah dunia dimulai sejak ia mencalonkan diri sebagai salah satu kontestan Gubernur Banten dua tahun silam. Menurut salah seorang pengurusnya, sejak pertama kali Bang Zul berkunjung ke Rumah Dunia ia sudah menunjukkan antusiasmenya terhadap "komunitas baca-tulis" yang salah satunya didirikan Gola Gong itu. Hal itu terlihat dari keinginan Bang Zul yang langsung ingin memberikan sejumlah buku untuk disumbangkan. Tentu saja pihak pengelola menyambutnya dengan hangat seraya membuat Zul Corner.

"Sejak pertama kali berkunjung ke sini (Rumah Dunia, red) Bang Zul sangat antusias untuk menyumbangkan buku yang dimilikinya. Beliau itu adalah orang yang sangat peduli dengan pendidikan,"¯ kata salah seorang pengurus Rumah Dunia yang tidak mau disebutkan namanya, Ahad (18/5).

Presiden Rumah Dunia, Firman mengatakan, kehadiran Zul Corner dengan sejumlah bukunya semakin menambah perbendaharaan buku yang dimiliki Rumah Dunia. Meski koleksi buku yang disumbangkan Bang Zul mayoritas berbahasa Inggris, namun tidak sedikit dari mahasiswa dan pelajar yang sering membacanya. Firman sangat berharap kontribusi Bang Zul terhadap kemajuan Rumah Dunia intensif dilakukan mengingat Doktor lulusan Inggris ini dinilai mempunyai komitmen tinggi guna mengentaskan buta hurup di kalangan masyarakat Serang, Banten.(Adi)