Posted on 24 Oktober 2016 » Category : Kabar Konstituen » Hit: 675
Warga Diminta Tiru Jepang Kelola Sampah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Zulkieflimansyah mengatakan, masih kesulitan mengajak masyarakat dalam mengolah sampah menjadi bahan yang memiliki nilai jual. Kesulitan tersbeut disebabkan, karena kebiasaan, budaya, pemahaman, dan kepedulian  masyarakat Banten yang masih rendah. Untuk mendorong kesadaran masyarakat tersebut, anggota Komisi VII yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut  meminta warga untuk mencontoh Jepang. Dia menilai, di Jepang keberhasilan daur ulang sampah mencapai 70-80 persen. "Di Jepang umumnya sampah dipilah menjadi sampah yang dapat didaur ulang, seperti PET botol, botol, kaleng minuman, dan kertas yang dapat dibakar," katanya kepada Kabar Banten seusai sosialisasi implementasi 3R melalui Bank Sampah di sebuah rumah makan Kota Serang, Selasa (18/10/2016).

Dia menuturkan, kesuksesan mengolah sampah juga sangat potensial dilakukan di Indonesia. Sudah banyak yang mulai mengimplementasikan, seperti di Kabupaten Bantul dan DIY yang mendirikan bank sampah. Menurut dia, bank sampah adalah salah satu strategi penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.  Selain itu, pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya, adalah salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. "Salah satu kendala utama penyebab rendahnya tingkat guna ulang, daur ulang, dan pemanfaatan sampah adalah masyarakat kami tidak terbiasa di tempat baik di sumber maupun di tempat penampungan sementara. Padahal, para ahli dan praktisi 3R meyakini, bahwa penentu 50 persen keberhasilan kegiatan daur ulang adalah ditentukan oleh pemilah sampah," ujarnya. (H-46)

Sumber : Kabar-banten.com , 20 Oct 2016