Posted on 16 Agustus 2016 » Category : Wawancara » Hit: 509
Suvei Indikator: 60an Persen Rakyat Indonesia Puas Kinerja Jokowi

Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (Indikator) menunjukkan 68 persen rakyat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Survei melibatkan 1.220 responden di 34 provinsi pada 1-9 Agustus 2016.

Direktur Eksekutif Koordinator, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepuasan tersebut berkaitan erat dengan persepsi rakyat Indonesia terhadap perekonomian Indonesia.

"Dia (Presiden Jokowi) betul-betul memperhatikan pentingnya menjaga stabilitas harga barang dengan menekan laju inflasi. Karena itu, ketika data yang kita bandingkan antara persepsi (masyarakat terhadap perekonomian negara) sama data keras BPS, terutama inflasi year on year, itu pararel. Jadi, selama tujuh bulan terakhir tingkat inflasi, (dari data kerasnya (BPS) itu tidak pernah lebih dari 4,4%, sementara tahun lalu (tingkat inflasi mencapai) 7%-8%. Ini yang kemudian membuat masyarakat puas, karena harga barang relatif rendah," tutur Burhanudin.

Meski demikian, Burhanuddin meminta pemerintah tidak mengambil kebijakan pintas. Semisal seperti tahun lalu yang membatasi impor beras dan daging.

"Karena, tadi PR (Pekerjaan Rumah) yang diberikan masyarakat masih banyak: soal menanggulangi kemiskinan, mengurangi penganggurang, (dan memperbaiki) indikator makro ekonomi," papar Burhanuddin.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR, Zulkieflimansyah berpendapat, jika merujuk pada riset Indikator, kebanyakan kebijakan yang dikeluarkan untuk menekan inflasi bersifat jangka pendek. Pasalnya, kata dia, Presiden Jokowi tidak melakukan pertambahan nilai barang melalui teknologi atau industrialisasi.

"Presiden Jokowi tidak mampu mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan. Itu adalah output dari tidak hadirnya industrialisasi. Yang penting inflasi terkendali," ujar Zulkieflimansyah.

Zulkieflimansyah mengingatkan agar Presiden Jokowi tidak hanya mengambil kebijakan populis yang serba instan untuk menekan inflasi. Ia juga mengingatkan Presiden Jokowi agar memperhatikan pembangunan perekonomian Indonesia jangka menengah dan panjang.

"Underlying strutur ekonomi harus diidentifikasi dengan baik. Secara umum, saya sangat optimis bahwa permasalahan mendasar pembangunan ekonomi Indonesa akan mampu diakses," pungkas Zulkieflimansyah.

Sumber : kbr.id