Posted on 30 Mei 2016 » Category : Wawancara » Hit: 441
Presiden Jokowi Gagal Tingkatkan Sektor Industri

Di tengah situasi ekonomi dunia yang kurang menggembirakan, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi masih sangat rentan mengalami kegoncangan ekonomi, karena rapuhnya fondasi mikro ekonomi kita. Untuk itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk memperhatikan Industri dan Teknologi secara serius.

Anggota Komisi VII DPR RI, Zulkieflimansyah mengatakan, dengan fondasi mikroekonomi kita yang keropos, daya saing ekonomi kita ke depan menjadi sangat lemah. Akibatnya pengangguran, daya beli yang rendah serta kemiskinan menjadi buah pahit yang siap kita telan.

"Pemerintahan Jokowi dalam jangka pendek sudah benar membuat terobosan-terobosan di bidang infrastruktur tapi langkah-langkah yang sifatnya long term seperti membangun industrial base yang kuat sama sekali belum kelihatan," kata Zulkieflimansya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/05/2016).

"Pemerintahan Jokowi alih-alih membuat sebuah proses reindustrialisasi yang lebih terencana dan terfokus untuk menangguhkan fondasi ekonomi yang kita alami justru sebuah proses deindustrialisasi yang benar-benar mengkhawatirkan. Sektor manufaktur yang merupakan sektor utama dalam proses industrialisasi stagnan untuk tak menyebutnya menurun," kata politisi PKS itu.

Di pemerintahan Jokowi ini, sambungnya, struktur industri kita masih sangat dangkal dan tak ada kemajuan sama sekali. Masih tak lebih sebagai industri assembling tanpa peningkatan nilai tambah yang berarti dan signifikan

"Untuk meningkatkan nilai tambah dan memperbaiki produktivitas di sektor Industri, pemerintah Jokowi perlu terobosan dengan mendekatkan Industri dengan berbagai kemajuan di bidang science dan teknologi," katanya.

Oleh karena itu, Menteri Perindustrian sudah saatnya memetakan industri strategis yang segera dibangun dan bersama-sama dengan Menristekdikti membuat terobosan untuk menautkan kemajuan teknologi dengan produktivitas di sektor industri

"Kinerja dan kapasitas Menteri Perindustrian dan Menristekdikti sudah cukup bagus tinggal melakukan koordinasi yang lebih baik sebelum semuanya terlambat," kata Zul.

Menristekdikti, ungkapnya, memiliki tanggungjawab yang berat dan tidak sederhana. Tapi sudah saatnya melepaskan diri dari rutinitas mengurus administrasi dan persoalan-persoalan pelik dalam mengurus perguruan tinggi.

"Sudah saatnya Menristekdikti membuat program-program unggulan yang menyangkut kemajuan science dan teknologi. Sekarang tampaknya perhatian masih lebih besar ke dikti ketimbang risteknya. Dalam jangka menengah dan panjang ini bisa berbahaya bagi kelangsungan dan kesinambungan pembangunan nasional kita," kata Zulkieflimansyah.

Sumber : Rimanews, 30 Mei 2016