Posted on 10 Desember 2015 » Category : Environmental Update » Hit: 604
DPR Serukan Upaya Penyelamatan Warisan Budaya di Asia

Sejumlah pernyataan keprihatinan tentang rusaknya sejumlah warisan budaya di kawasan Asia mengemuka dalam sidang Executive Council Sidang Umum APA ke-8 di Kamboja, 7-12 Desember 2015. Anggota delegasi DPR Zulkieflimansyah menyampaikan pernyataan perlunya aksi bersama untuk menghentikan pengrusakan ini.
 
“Perhatian dunia pada kasus pengrusakan di Irak dan Syria yang mengakibatkan kerugian hilangnya aset budaya di negara itu terutama dilakukan oleh kelompok teroris ISIS. Tapi ini bukan hanya terjadi disana di belahan lain kawasan Asia seperti Kamboja, ini juga terjadi,” katanya dalam pertemuan di Ballroom Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (8/12/15).
 
Menurutnya ada upaya terstruktur untuk menghancurkan warisan-warisan budaya di daerah konflik terutama di Timur Tengah. Pada bagian lain anggota BKSAP DPR ini juga menyoroti penyeludupan benda-benda budaya yang juga terjadi di Indonesia.
 
Menghadapi kondisi ini diperlukan langkah strategis menuju harmonisasi kebijakan antara lain dengan menyusun legislasi oleh parlemen anggota APA. Ada tanggung jawab moral untuk menghargai warisan budaya dan tradisi serta mendorong pihak eksekutif agar lebih aktif dalam melindungi objek tersebut.
 
Sementara itu Ketua Delegasi Parlemen Rusia Rafail Zinurov mengingatkan upaya perlindungan sudah mempunya basis hukum yaitu Hague Convention yang ditetapkan 14 Mei 1954. Konfensi ini mengatur perlunya menjaga benda-benda budaya pada saat terjadi konflik bersenjata.
 
“Parlemen Federasi Rusia berharap kerja sama diantara sesama parlemen termasuk organisasi internasional lainnya. Mari kita kesampingkan perbedaan politik untuk menghadapi aksi pengrusakan yang dilakukan terorisme internasional,” tekan dia.

Sumber : DPR.GO.ID ; 10-12-2015 / B.K.S.A.P