Posted on 07 September 2015 » Category : Environmental Update » Hit: 536
Jokowi Dinilai Lupa Peran Industrialisasi dan Inovasi Teknologi

PKSAnggota Komisi XI DPR RI Zulkieflimansyah menilai Presiden Jokowi tidak memberikan terobosan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Jokowi dinilai lupa pentingnya industrialisasi dan peran private sector juga inovasi teknologi.

Zulkieflimansyah mengatakan, isi pidato Jokowi dalam nota keuangan tidak menggambarkan betapa pentingnya memiliki ekonomi berbasis industri. Hal ini membuat perekonomian Indonesia sangat rentan terhadap guncangan ekonomi dunia.

"Sayangnya di tengah membangun optimsime dalam RAPBN, Pak Jokowi mungkin agak lupa pentingnya industrialisasi dan peran private sector. Pak Jokowi juga lupa peran inovasi tekonlogi dalam pertumbuhan," tutur Zulkieflimansyah dalam sebuah diskusi dengan topik Catatan RAPBN 2016 di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2015).

Dia menilai mustahil memperkuat industri tanpa adanya inovasi. Politikus PKS itu mengatakan, ekonomi Indonesia tidak bisa lagi menerapkan praktik tambal sulam.

"Abainya Pak Jokowi menyoroti persoalan ini perlu diingatkan kembali. Jangan sampai kita berkutat pada angka-angka makro saja," tutur dia.

Lebih lanjut Zulkieflimansyah mengatakan, pendekatan ekonomi yang dilakukan saat ini sama saja atau tidak berubah dengan pemerintahan sebelumhya. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen dinilai akan sulit untuk dicapai.

"Pemerintah kita ini boleh ganti presiden tapi pendekatan ekonomi masih hampir sama. Walau pun Pak Jokowi sadar betul situasi ekonomi tidak mudah, tentu beliau sebagai presiden harus mampu distribusikan harapan buat masayarkat kita," tuturnya.

Sumber:   lampost.co