Posted on 13 Juli 2015 » Category : Wawancara » Hit: 602
Jokowi Perlu Hati-Hati Sikapi Dorongan Reshuffle

Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari FPKS Zulkieflimansyah menyarankan Presiden Jokowi hati-hati menghadapi dorongan reshuffle kabinet. Jangan sampai terpengaruh tekanan politik dan nafsu mereka yang ingin memperoleh posisi menteri.

"Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden tentu saja perlu pertimbangan matang. Jangan sampai terpengaruh tekanan politik sehingga kehilangan kejernihan dan akal sehat," kata Zulkieflimansyah kepada wartawan, Senin (29/6/2015).

Zulkieflimansyah menilai kondisi perekonomian Indonesia senantiasa rentan terhadap gejolak eksternal kalau industri nasional kita belum kuat. Saat ini industri kita memang masih lemah tetapi niat baik pemerintah untuk memperbaikinya sudah ke arah yang baik.

"Menteri-menteri ekuin tak bisa berbuat banyak karena memang kondisi ekonomi global memang buruk. Justru menurut saya kalau bukan tim ekonomi sekarang kondisi ekonomi kita sudah lebih buruk," kata Zulkieflimansyah.

"Saya tak memuji tapi kita harus fair bahwa tim ekonomi Jokowi seperti Sofyan Djalil, Bambang Brodjonegoro, dan Sudirman Said adalah figur jujur dan lurus. Figur-figur yang tidak bisa didikte oleh mereka yang punya rekam jejak kurang baik dalam melakukan bisnis di negeri ini," imbuhnya.

Dorongan reshuffle terhadap sektor perekonomian yang kian kencang justru jadi tandatanya besar bagi Zulkieflimansyah. "Adanya keinginan reshuffle kepada figur-figur seperti Bambang Brodjonegoro dan Sudirman Said menandakan adanya kepentingan bisnis tertentu yang terganggu," pungkasnya.
(van/tor)

Sumber : detik.com Senin 29 Jun 2015, 17:28 WIB