Posted on 20 Mei 2015 » Category : Wawancara » Hit: 707
Pembangunan Science and Technopark Guna Dorong Masyarakat Melek dengan Pengolahan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menghadiri acara Peletakkan Batu Pertama Science and Technopark  (STP) di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Desa Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Hadir pula pada acara tersebut Zulkieflimansyah, Anggota DPR Komisi XI DPR RI dan sekaligus sebagai Rektor UTS; Chaerul Mahsul, Kepala Bappeda Provinsi NTB; Iskandar, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa; dan Abdul Kahar, Direktur Dana Kegiatan Pendidikan LPDP.

“Perubahan dan perbaikan harus dimulai dari mimpi, tetapi mimpi yang masuk akal – mimpi para ilmuwan dan peneliti – bukan mimpi orang yang sedang ‘nongkrong’ di warung kopi. Dari yang hanya angan-angan ketika saya belum menjadi Menteri, kemudian saya diberikan kepercayaan untuk mencampuri perumusan Visi dan Misi Presiden, dan kemudian mendapat tanggung jawab untuk merumuskan RPJMN 2015-2019, ya tentu tidak mungkin rencana membangun Teknopark itu hilang atau bahkan berkurang. Ini adalah jalan perubahan,” ungkap Menteri Andrinof mengawali sambutannya, Sabtu (9/5).

Menteri Andrinof menambahkan bahwa ketika Zulkieflimansyah menceritakan rencana pembangunan STP, beliau tidak perlu mendengar panjang lebar. “Poinnya sudah saya tangkap. Kita memang punya program membangun 100 Teknopark, dan kebetulan Pak Zulkieflimansyah tidak kalah cepat. Dalam hitungan hari proposal STP Sumbawa sudah jadi. Untuk itu kita tidak ragu memberikan dukungan kepada STP Sumbawa. Kalau ini menjadi salah satu dari 5 pilot proyek, maka jauh lebih bagus lagi,” tambah Menteri Andrinof.

Misi pembangunan Teknopark adalah sederhana, yaitu membawa masyarakat – petani dan nelayan – menjadi masyarakat yang melek dengan pengolahan, serta mengubah cara produksi mereka. Dengan hal ini, kita dapat membuat ekonomi kita kuat, berbasis luas, serta tumbuh berkelanjutan. Namun, Menteri Andrinof juga mengingatkan bahwa target pembangunan STP bukanlah sesuai dengan jumlah kabupaten/kota. “Tidak dapat ditarget 500 Teknopark karena kalau dijanjikan seperti itu seolah-olah semua (kabupaten/kota) berhak dapat, dan tidak ada kompetisi. Untuk itu, pemerintah batasi sebanyak 100 dan tentu ada syaratnya,” jelas beliau.

Pertama, daerah atau kabupaten/kota itu wajib menyediakan lahan. Kedua, wajib mencari mitra Perguruan Tinggi teknik ataupun teknologi. “Nanti akan kita tinjau dan kaji proposalnya apakah terbukti punya kesiapan untuk lahan, dan juga kemitraan untuk menghidupkan Teknopark itu. Di tingkat pemerintahan, kita terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan stakeholders terkait supaya program ini berjalan,” tambah beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Andrinfo juga mengapresiasi para rekan dosen muda dan peneliti yang datang dari universitas terbaik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang mau memulai perjuangannya di sini untuk mengajar dan membimbing para mahasiswa UTS. “Ini suatu hal yang masih langka, di mana segelintir orang berani memulai untuk mewujudkan mimpinya. Saya berharap para dosen terus bersemangat dan mendorong riset-riset, sambil mentransfer ilmu-ilmu pengetahuan kepada mahasiswa,” jelas beliau.

Di akhir sambutannya, beliau menaruh harapan bahwa pembangunan STP Sumbawa dapat mendorong bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju. “Saya yakin kegigihan dan kesabaran itu cepat atau lambat akan menjadi virus yang terus menular. Agenda yang dimulai hari ini adalah upaya memperbaiki nasib bangsa Indonesia. Dari bangsa yang konsumtif menjadi bangsa yang produktif,” pungkas beliau.

Pada kesempatan yang sama, ketua dewan penasehat UTS, DR Zulkieflimansyah menyatakan bahwa UTS harus lebih mandiri karena tidak mungkin selamanya akan bergantung pada donasi, jadi harus didukung oleh basis industri yang kuat. “saya kira UTS tidak mungkin menggantungkan hidupnya dari donasi, kalau ingin bagus, UTS harus di back up oleh strong industrial base”. Masih menurut Dr Zul-sapaan akrabnya, dengan adanya STP maka nantinya UTS akan melahirkan industrialis-industrialis baru dari UTS karena industrialis tidak belajar di universitas melainkan diperusahaan. Manakala STP menjadi nyata dengan dukungan fasilitas yang baik, dengan sendirinya perusahaan ini akan mendonasikan profitnya kepada universitas. Dr Zul juga menyarakan agar nantinya konsep STP harus dilandasi dan mengedepankan sisi humanisme.
Rencananya setelah STP berjalan, aktifitasnya akan di gerung dalam industrial cluster. Terkait hal tersebut, pada tanggal 30 Mei 2015 nanti, Menteri Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan sentra industri kecil dan menengah dengan konsep industrial park sekaligus peletakan batu pertama Rusunawa asrama mahasiswa berupa twin blok 4 lantai dengan kapasitas 600 hingga 700 kamar. Pembangunn STP salah satu dari lima pilot projek yang akan dibangun dikawasan techno park Sumbawa. Tak lupa Dr Zul menyampaikan terima kasih kepada Bapak menteri yang telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut.

Sebelumya Menteri BAPPENAS melakukan peninjauan ke berbagai fakultas di UTS. Setelah acara beliau juga diajak meninjau ke lokasi Bendungan Pernek yang nantinya akan dikembangkan menjadi bagian dan wisata alam STP.

Sumber : www.bappenas.go.id dan www.uts-sumbawa.ac.id