Posted on 27 Maret 2015 » Category : Kabar Konstituen » Hit: 723
Masyarakat Krisis Kesatuan

SERANG- Pelajaran PKN (pendidikan kewarganegaraan) dan moral Pancasila yang disampaikan di sekolah dinilai hanya sebatas materi saja, namun belum menyentuh ke mental anak didik. Akibatnya, terjadi krisis kesatuan di tengah masyarakat. "Banyak masyarakat yang cepet emosi. Hanya karena masalah sepele, terjadi tawuran masyarakat satu dengan yang lain. Telah terjadi krisinya kesatuan dan persatuan yang ada di masyarakat," ujar Lili Rosalawati, peserta sosialisasi Pancasila, UUD 1945, MPR RI, Bhineka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR pada masa reses, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Sabtu (21/3).Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Anggota MPR RI Zulkieflimansyah. Dalam kesempatan itu, Lili yang merupakan warga Walantaka, Kota Serang ini meminta agar penanamaan Pancasila dalam jiwa masyarakat harus lebih ditambah. "Mungkin bisa melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah, sehingga siswa mengerti tentang Pancasila," jelasnya.

Lili juga mengomentari soal Pemilu. Menurutnya, pembelajaran politik ke masyarakat saat Pemilu sangat buruk sekali. Masyarakat masih diajarkan politik uang oleh pada kandidat. "Itu jelas tidak baik. Kalau dari awalnya sudah melalui uang, maka ketika jadi (terpilih-red) ya akan meraup uang, bagaimana caranya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Zulkieflimansyah menyatakan bahwa penanbahan pendidikan Pancasila bukan pada kuantitasnya, tapi pada kualitas pelajarannya serta kedeladanan. "Jadi kuncinya keteladanan. Pemimpin kita harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat, guru kepada siswanya dan seterunya," kata Zul, panggilan singkat Zulkieflimansyah.Menurutnya, pemandangan Pancasila itu bisa lebih fleksibel. "Saya setuju ditambah, tapi yang lebih pentig yaitu keteladanan," katanya.

Soal Pemilu, Zul mengatakan bahwa masalah politik uang seperti lingkaran setan. Solusi menekan politik uang adalah, kita harus melakukan sosialisaai nilai-nilai kebaikan. Akan tetapi penekanan ekonomi juga penting. Artinya harus ada peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi pemimpinan harus bersikap baik, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, maka masyarakat akan sadar soal pendidikan politik yang baik," tegasnya.  (rahmat)

Sumber : Banten Raya, Senin, 23 Maret 2015