Posted on 24 November 2014 » Category : Wawancara » Hit: 807
Dubes Singapura Ungkap Kunci Hadapi MEA

Public Lecture “ASEAN Economic Community”

Setelah sempat tertunda, akhirnya Kamis (20/11), Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar berkesempatan mengunjungi Kabupaten Sumbawa. Anil Kumar yang didampingi Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, tiba di Sumbawa setelah bertolak dari Mataram melalui jalur darat. Keduanya disambut dengan hangat Wakil Bupati Drs H Arasy Muhkan, Rektor UNSA Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd dan Rektor IISBUD Samawa Rea, Ahmad Yamin SH MH. Sebelum menjadi pembicara pada Public Lecture di Universitas Samawa, Duta Besar Singapura melaksanakan sholat Maghrib di Wisma Daerah. Dalam kegiatan Public Lecture tersebut, hadir tiga Rektor beserta mahasiswa dari tiga universitas tersebut. Dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa selain Wakil Bupati, tampak Sekretaris Daerah, para Asisten, dan sejumlah Kepala SKPD.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan menyampaikan terima kasih kepada Dubes Singapura yang menyempatkan diri mengunjungi daerah Sabalong Samalewa ini. Kehadiran Dubes tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa. Di hadapan Anil Kumar—sebutan Dubes Singapura, Wabup memaparkan gambaran umum tentang Kabupaten Sumbawa mulai dari potensi hingga pertumbuhan pembangunan dari berbagai bidang yakni pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Wabup berharap melalui kunjungan ini ke depan dapat terbangun kerjasama yang saling menguntungkan terutama bidang investasi maupun pendidikan dan kebudayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Haji An–akrab Wabup disapa menyampaikan ucapan belasungkawa atas terjadinya kecelakaan pesawat di wilayah Kabupaten Sumbawa yang salah satu korbannya merupakan warga negara Singapura. Meski pencarian yang dilakukan Basarnas telah berakhir, namun Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui BPBD terus berupaya menemukan dua awak pesawat XL2 Liberty tersebut. “Semoga upaya ini membuahkan hasil,” ucap Haji An.

Sementara Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd mengucapkan selamat datang kepada Dubes Singapura. Kehadiran Dubes Anil Kumar ini diharapkan dapat membuka jalan bagi mahasiswa Sumbawa melalui program pertukaran pelajar atau mahasiswa maupun menjadi duta kesenian di Singapura. Selain itu kehadiran Dubes dapat dijadikan ajang sharing informasi untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015. “Saya yakin Singapura sudah sangat siap menghadapi MEA, sedangkan Indonesia masih banyak yang perlu dipersiapkan,” kata Prof Ude—sapaan singkat Rektor ramah ini.

Di tempat yang sama, Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, menambahkan jika Indonesia tidak siap menghadapi MEA, maka siap-siap untuk kalah saing dengan negara Asean lainnya. Persaingan pada MEA ini diibaratkan Doktor Zul—sapaan populernya, seperti kisah macan dan menjangan. Setiap pagi, ada seekor menjangan yang terbangun dari tidurnya. Menjangan ini harus bisa berlari lebih cepat dari macan yang paling cepat, karena jika tidak maka akan menjadi mangsa. Pada saat yang sama macannya juga terbangun dengan satu kesadaran dia harus mampu berlari lebih cepat dari menjangan yang paling lambat. Jika ini tidak dilakukan maka macan akan kelaparan karena tidak bisa memangsa menjangan.

Karenanya dalam hidup ini tidak penting apakah menjadi menjangan atau macan, ketika fajar mulai menyingsing harus berlari cepat untuk menyongsong masa depan. Ia optimis dengan keberanian dan potensi yang ada, masyarakat Sumbawa akan mampu bersaing dan merengkuh masa depannya yang cerah.

Sementara Dubes Singapura Anil Kumar Nayar memberikan materi Public Lecture dengan tema “ASEAN Economic Community”. Dalam materi ini disampaikan ulasan singkat terkait dengan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Singapura terutama hubungan perdagangan yang telah berjalan selama setengah abad. Kedua negara juga secara konsisten menjaga hubungan ekonomi yang kuat dan stabil, serta bidang-bidang lain yang saling menguntungkan.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015, Anil Kumar menyatakan negara sudah siap, dengan menyiapkan SDM dan peningkatan kualitas infrastruktur, mengingat Singapura merupakan negara yang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Di samping itu, mengintensifkan sosialisasi kepada pelaku usaha di Singapura, sehingga mereka dapat menyusun strategi dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas di kawasan ASEAN.

Untuk diketahui, Public Lecture di Auditorium Sribonyo UNSA yang dipandu Sausan Nafisah—salah seorang dosen Fakultas Teknobiologi UTS, berlangsung semarak. Mahasiswa dari tiga universitas (UNSA, UTS dan IISBUD) sangat antusias mendengar sekaligus mengajukan pertanyaan dan harapan kepada Dubes Singapura itu.  Namun yang paling penting, kegiatan berkualitas tersebut terlaksana hasil kolaborasi tiga universitas di daerah ini. Kebersamaan ini berdampak positif bagi iklim pendidikan maupun investasi di daerah ini terutama dalam menghadapi MEA.

Sumber : samawarea.com, Gaung NTB