Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat hadir pada masa sidang II DPR tahun 2011 dengan formasi berbeda. Perbedaan itu terjadi karena adanya perubahan anggota Fraksi PKS di sejumlah komisi dan alat kelengkapan.
Menurut Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal di Jakarta, Rabu (16/11/2011), perubahan yang dilakukan ini merupakan antisipasi PKS dalam menghadapi tantangan persoalan bangsa pada tahun 2012. Perubahan ini melibatkan setengah dari anggota Fraksi PKS yang berjumlah 57 orang.
"Perubahan ini sudah direncanakan sejak lama dan dimaksudkan sebagai tour of duty anggota," ujar Mustafa.
Rotasi ini juga diharapkan membuat anggota fraksi makin memahami aspek-aspek kebijakan publik yang saling terintegrasi dan membutuhkan pengawalan atas kepentingan publik di DPR.
Ia meyakini, dengan perubahan yang terarah, anggota makin mampu melakukan agregasi atau pembelaan kepentingan rakyat secara umum dan juga masyarakat di daerah pemilihannya.
Perubahan di tingkat pimpinan komisi yaitu Nasir Jamil menjadi Wakil Ketua Komisi III menggantikan Fachri Hamzah yang selanjutnya akan ditugaskan sebagai anggota Badan Kehormatan. Posisi Wakil Ketua Komisi VIII yang sebelumnya dijabat Ahmad Zainuddin digantikan Surahman Hidayat yang sebelumnya Wakil Ketua Komisi XI. Sementara posisi Wakil Ketua Komisi XI yang ditinggalkan Surahman diisi Zulkieflimansyah.
Mustafa menegaskan, tidak ada yang istimewa dalam perubahan formasi di Fraksi PKS ini karena fraksi sebenarnya sudah beberapa kali melakukan perubahan. "Komisi XI, misalnya, sudah ada tiga kader PKS yang mengisi. Pertama Sohibul Iman, kedua Ustad Surahman, dan kali ini Zulkieflimansyah," ujar Mustafa.
Mustafa justru menjanjikan kinerja fraksi akan semakin membaik dengan makin kuatnya perencanaan agenda yang disusun oleh PKS pada tahun-tahun berikutnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Dr Zulkieflimansyah di komisi VII yang membidangi masalah Energi Sumber Daya Mineral, risetek, dan lingkungan hidup. Kini, di komisi XI Dr Zulkieflimansyah akan berkecimpung dengan dunia perbankan, keuangan dan lain sebagainya.
Mungkin agak sedikit berbeda dengan kebanyakan partai lainnya, di PKS rotasi dan pergantian kader di sejumlah komisi merupakan hal yang biasa saja. Karena PKS merupakan partai kader yang mengedepankan aspek profesionalitas dan integritas yang tinggi untuk perbaikan kinerja anggota dewan. Di PKS dimanapun posisinya merupakan suatu amanah yang harus dikerjakan dengan baik.
JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat hadir pada masa sidang II DPR tahun 2011 dengan formasi berbeda. Perbedaan itu terjadi karena adanya perubahan anggota Fraksi PKS di sejumlah komisi dan alat kelengkapan.
Menurut Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal di Jakarta, Rabu (16/11/2011), perubahan yang dilakukan ini merupakan antisipasi PKS dalam menghadapi tantangan persoalan bangsa pada tahun 2012. Perubahan ini melibatkan setengah dari anggota Fraksi PKS yang berjumlah 57 orang.
"Perubahan ini sudah direncanakan sejak lama dan dimaksudkan sebagai tour of duty anggota," ujar Mustafa.
Rotasi ini juga diharapkan membuat anggota fraksi makin memahami aspek-aspek kebijakan publik yang saling terintegrasi dan membutuhkan pengawalan atas kepentingan publik di DPR.
Ia meyakini, dengan perubahan yang terarah, anggota makin mampu melakukan agregasi atau pembelaan kepentingan rakyat secara umum dan juga masyarakat di daerah pemilihannya.
Perubahan di tingkat pimpinan komisi yaitu Nasir Jamil menjadi Wakil Ketua Komisi III menggantikan Fachri Hamzah yang selanjutnya akan ditugaskan sebagai anggota Badan Kehormatan. Posisi Wakil Ketua Komisi VIII yang sebelumnya dijabat Ahmad Zainuddin digantikan Surahman Hidayat yang sebelumnya Wakil Ketua Komisi XI. Sementara posisi Wakil Ketua Komisi XI yang ditinggalkan Surahman diisi Zulkieflimansyah.
Mustafa menegaskan, tidak ada yang istimewa dalam perubahan formasi di Fraksi PKS ini karena fraksi sebenarnya sudah beberapa kali melakukan perubahan. "Komisi XI, misalnya, sudah ada tiga kader PKS yang mengisi. Pertama Sohibul Iman, kedua Ustad Surahman, dan kali ini Zulkieflimansyah," ujar Mustafa.
Mustafa justru menjanjikan kinerja fraksi akan semakin membaik dengan makin kuatnya perencanaan agenda yang disusun oleh PKS pada tahun-tahun berikutnya