Posted on 15 November 2007 » Category : Economy » Hit: 1180
Indahnya Kebersamaan ala Bang Zul

Sederhana, sejuk dan ramah. Itulah kesan pertama yang saya dapat ketika memasuki Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ibu Mandiri yang diprakarsai oleh Bang Zul alias Dr. Zulkieflimansyah, SE, MSc., anggota DPR RI yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tangerang. Jadi tidak heran kalau KJKS ini berdiri di Jl. Raya Serpong No.75, Tangerang, tidak jauh dari stasiun serpong dan ditengah-tengah sederetan usaha mikro dan usaha kecil menengah (UKM) milik masyarakat Tangerang.

Bang Zul, begitu ia biasa disapa, punya cita-cita besar melihat masyarakat disekitarnya sejahtera, dimulai dari mayarakat terdekatnya yaitu masyarakat Tangerang. Selain itu, banyaknya orang yang datang meminta bantuan beliau, membuat beliau akhirnya sampai pada ide mendirikan KJKS Ibu Mandiri yang berdiri pada tanggal 13 Juni 2007 dan mulai menerima nasabah pada lima hari berikutnya. KJKS ini bernaung dibawah Koperasi Simpan Pinjam Wanita yang dipimpin oleh Niken Saptarini, SE, MSc., yang tidak lain adalah istri Bang Zul dan tidak kalah concern-nya terhadap kesejahteraan masyarakat Tangerang.

Kenapa Koperasi Wanita dan kenapa KJKS Ibu Mandiri ? Ternyata, Bang Zul dan teman-teman, begitu ia kerap menyebut staf-nya, pertama kali ingin membantu kaum wanita yang sering dikatakan `lemah` dan memang memiliki akses yang minim untuk mendapatkan pembiayaan atau modal usaha di lembaga-lembaga konvensional. Tapi jangan salah, hampir 30 % nasabah atau peminjam adalah pria. Angka ini menunjukkan, bahwa pada khususnya, KJKS Ibu Mandiri memang bertujuan membantu para wanita agar lebih mandiri dan bisa membantu suami atau dirinya sendiri secara finansial. Tapi pada umumnya, KJKS ini tetap bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten secara keseluruhan, tanpa membedakan jenis kelamin, suku bangsa, ras dan agama.

Sampai saat ini, jumlah nasabah KJKS Ibu Mandiri sudah lebih dari 300 orang dan setengahnya adalah nasabah pembiayaan. 70% dari nasabah pembiayaan atau peminjam modal adalah pedagang, mulai dari pedagang sayur, buah, jamu, sampai penjual pakaian, voucher, dsb yang sebagian besar berbasis di pasar dan stasiun Serpong. Sisanya adalah pengusaha kecil dan pemilik warung sembako yang menjalankan usahanya dirumah mereka. Selain itu juga ada pengusaha pulung (pemulung) yang meminjam modal agar bisa membeli lebih banyak barang bekas untuk dijual kembali ke penampungan besar. Malah ada nasabah yang meminjam modal untuk membayar uang pangkal sekolah anak atau saudaranya. Jadi selain perdagangan, pendidikan juga dianggap investasi yang nantinya menghasilkan. Begitulah keluasan prinsip dan kebijakan KJKS ini.

Tidak hanya jenis usaha nasabah pembiayaan yang beragam, tapi juga jumlah modal yang mereka pinjam dan dapatkan. Tidak jarang mereka mendapat modal dibawah yang mereka ajukan. Maklum, walaupun tidak ada batas maksimal untuk pengajuan, tapi tentu saja ada batas untuk pemberian pinjaman. Begitu jawaban para pengelola yang mengundang senyum saya dan para nasabah yang bertanya. Kisaran tersebut dimulai dari angka Rp. 500.000 sampai Rp. 10.000.000. Yang terjadi sampai saat ini, hampir 10% mendapatkan pinjaman yang berkisar antara Rp. 2.500.000 sampai Rp. 10.000.000, 10 % sebesar Rp. 2.000.000, 10 % sebesar Rp. 1.500.000, 50% mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 1.000.000 dan sisanya sebesar Rp. 500.000.

Jumlah modal yang diberikan merupakan keputusan pengelola setelah nasabah dianalisa melalui proses interview, survey dan analisa usaha. Inilah salah satu keunggulan KJKS dibanding lembaga keuangan konvensional. KJKS memberikan modal usaha setelah melakukan analisa yang dilakukan secara profesional, tapi dalam hal ini para pengelola juga bertindak sebagai konsultan dan litbang bagi para nasabah pembiayaan. Selain memberi alasan kenapa mereka memberikan modal sejumlah yang disebutkan, mereka juga menerangkan hasil analisa mereka dan saran agar usaha mereka berkembang.

Selain nasabah pembiayaan, KJKS juga memiliki nasabah tabungan. Nasabah tabungan yang terdaftar saat ini adalah Bang Zul dan keluarga, anggota koperasi, pengelola KJKS, nasabah pembiayaan dan masyarakat umum yang ada di Tangerang maupun luar Tangerang yang profesinya mulai dari dokter sampai pelajar SD. Ini disebabkan KJKS Ibu mandiri punya banyak jenis tabungan yang bisa mereka manfaatkan. Dan pastinya bukan bunga yang mereka dapatkan sebagai keuntungan, tapi 'bagi hasil' dari usaha pembiayaan yang dijalankan oleh KJKS ini.

Dalam hal ini, visi Bang Zul adalah berdirinya KJKS serupa di banyak wilayah Tangerang, agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang tersebar di kabupaten dan kota Tangerang.

Karena selain masyarakat banyak yang sulit menjangkau wilayah serpong (misalnya masyarakat pasar kamis-red), pengelola khususnya tim marketing juga kesulitan menjangkau mereka untuk disurvey, dsb.

Bang Zul dan teman-teman sedang bekerja keras menjalankan KJKS Ibu Mandiri ini dengan sistem perbankan yang se-syariah mungkin, agar menjadi cikal bakal pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Tangerang atau Banten. Seperti misi pribadi beliau yang selalu dibawa kemanapun Bang Zul pergi, yaitu Membangun Jembatan Pengertian, maka KJKS Ibu Mandiri adalah salah satu upaya beliau memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa dengan lembaga keuangan syariah ini, masyarakat menengah ke bawah bukan hanya bisa mendapat bantuan modal, tapi juga bisa berkenalan dengan institusi keuangan agar usaha dan kegiatannya bisa maju di masa depan.

Tidak hanya kesejahteraan dimasa depan yang terbayang akan terjadi di benak saya, tapi juga kesatuan dan persatuan. Haru rasanya membayangkan betapa indah apa yang Allah swt ijinkan terjadi ini. Dari pemulung, pedagang kecil dipasar, pengusaha kecil, pengelola yang terpelajar, seorang dokter yang memiliki klinik sendiri, para ulama dan wakil rakyat, bernaung di satu wadah sederhana, yang mempunyai cita-cita sederhana, ingin menjadi Lembaga Keuangan Syariah yang punya banyak manfaat bagi umat. Wadah itu bernama KJKS Ibu Mandiri. Subhanallah.

Mari bergabung bersama Bang Zul, membangun ekonomi masyarakat Banten menuju kesejahteraan dalam kebersamaan!▪