NEWS | 03 Juli 2009
www.zulkieflimansyah.com, Jakarta - Bang Zul, itulah nama sapaannya. Ia lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Gelar sarjana ekonomi diperoleh tahun 2005 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Sampai kini ia mengajar S1, S2, dan S3 di almamaternya itu.
Bang Zul kini berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Tangerang (Banten 2). Aktivitas sehari-harinya di Komisi VII yang berkutat menangani persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Dalam pemilu legislatif yang digelar pada 9 April 2009 lalu, bang Zul terpilih kembali menjadi anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan...
Bang Zul kini berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Tangerang (Banten 2). Aktivitas sehari-harinya di Komisi VII yang berkutat menangani persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Dalam pemilu legislatif yang digelar pada 9 April 2009 lalu, bang Zul terpilih kembali menjadi anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan...
NEWS | 12 Juli 2009
Perfilman Indonesia mulai menunjukkan kegairahannya kembali. Buku, novel, dan karya sastra lainnya menjadi inspirator penting perkembangan industri film untuk masa yang akan datang. Sejumlah novel favorit telah diangkat ke dunia layar lebar. Sebut saja misalnya, Teguh Karya yang mengangkat novel Badai Pasti Berlalu karya Marga T menjadi sebuah film legendaris di era 70-an.
Pengarang novel lain, Mira W merupakan salah satu penulis yang paling banyak disatroni para sineas di era 80-an. Simak saja bagaimana novel larisnya juga menjadi film laris di masanya seperti; Merpati tak Pernah Ingkar Janji, Galau Remaja SMA, Bilur-bilur Penyesalan, Dari Jendela SMP, Masih ada Kereta yang...
Pengarang novel lain, Mira W merupakan salah satu penulis yang paling banyak disatroni para sineas di era 80-an. Simak saja bagaimana novel larisnya juga menjadi film laris di masanya seperti; Merpati tak Pernah Ingkar Janji, Galau Remaja SMA, Bilur-bilur Penyesalan, Dari Jendela SMP, Masih ada Kereta yang...
NEWS | 19 Juli 2009
Zulkieflimansyah.com – Sampai saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menghitung secara manual hasil perolehan suara untuk tiga pasangan Capres dan Cawapres yang berlaga dalam pilpres 9 Juli lalu. Meski belum selesai, dapat diketahui untuk sementara pasangan SBY-Boediono unggul ketimbang dua kandidat lainnya.
Keunggulan SBY-Boediono juga terlihat jelas dari hasil quick count sejumlah survei yang dirilis bersamaan dengan pelaksanaan pemilu. Dalam hasil hitung cepat itu dapat diketahui pasangan SBY-Boediono jauh meninggalkan dua pesaing lainnya dalam perolehan suara. SBY-Boediono mendapat dukungan sekitar 61%, Mega-Pro 27 %, dan JK-Win 9 %.
Tentu saja, hasil survei tersebut cukup mengejutkan. Betapa tidak, sahari...
Keunggulan SBY-Boediono juga terlihat jelas dari hasil quick count sejumlah survei yang dirilis bersamaan dengan pelaksanaan pemilu. Dalam hasil hitung cepat itu dapat diketahui pasangan SBY-Boediono jauh meninggalkan dua pesaing lainnya dalam perolehan suara. SBY-Boediono mendapat dukungan sekitar 61%, Mega-Pro 27 %, dan JK-Win 9 %.
Tentu saja, hasil survei tersebut cukup mengejutkan. Betapa tidak, sahari...
KABAR KONSTITUEN | 28 Juli 2009
Setiap orang pasti punya ‘mimpi’ dalam hidupnya. Mimpi mempunyai kekuatan inspiratif yang mampu menghantarkan seseorang pada kesejatian hidupnya. Mimpi acap kali memberikan aura positif guna melakukan inprovisasi hidup. Karena dengan mimpi seseorang mampu melabuhkan harapan menjadi kenyataan.
Berawal dari sebuah mimpi untuk merubah nasib hidup, seorang pemuda desa berani melangkahkan kakinya di ranah rantau. Sejak lulus dari sekolah menengah pertama, pemuda itu ‘nekat’ mencari nafkah meninggalkan keluarganya yang hidup dalam kesederhanaan. Ialah Rahmat Hidayat yang akrab dipanggil Dayat.
Sejak 1989, pemuda kelahiran Cianjur ini mulai menapakkan kakinya di Cilegon, salah satu kota kecil di Provinsi Banten. Di Cilegon ia berharap...
Berawal dari sebuah mimpi untuk merubah nasib hidup, seorang pemuda desa berani melangkahkan kakinya di ranah rantau. Sejak lulus dari sekolah menengah pertama, pemuda itu ‘nekat’ mencari nafkah meninggalkan keluarganya yang hidup dalam kesederhanaan. Ialah Rahmat Hidayat yang akrab dipanggil Dayat.
Sejak 1989, pemuda kelahiran Cianjur ini mulai menapakkan kakinya di Cilegon, salah satu kota kecil di Provinsi Banten. Di Cilegon ia berharap...