SBY’s new other half: The PKS option

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Jumat, 12 Maret 2010
ARTICLES | 05 Mei 2009
By: Zulkieflimansyah

While the election results have not yet been finalized, it appears that the Democrat Party (PD) will take the biggest portion of seats in parliament. The quick count results of various survey institutes indicate PD will walk away with around 20.6 percent of the vote.

Coming in second would be the Golkar Party with 14.8 percent, follwed by the Indonesian Democratic Party of Strunggle (PDI-P) with 14.3 percent of the total votes cast. Smaller parties include the Prosperous Justice Party (PKS) with 8.1 percent, the National Mandate Party (PAN) with 6.3 percent, the United Development Party (PPP) with...

NEWS | 06 Mei 2009
Guna menjaga efektifitas, mestinya koalisi harus mengarah pada koalisi permanen. Yaitu, sebuah koalisi yang terbangun dari adanya kesamaan nilai dan tujuan politik bersama yang diikat oleh konsensus dan kontrak politik untuk mempertahankannya. Namun, gejala alamiah menunjukkan seringkali koalisi lebih didasarkan pada kepentingan sesaat, sekedar untuk merebut kekuasaan, dan bagi-bagi 'kursi'.

Memang, tidak mudah untuk membentuk sebuah koalisi permanen. Sebab ada beberapa prasyarat yang mesti dipenuhi agar koalisi itu bekerja secara efektif. Mengacu dari konsepsi dasarnya, setidaknya koalisi itu harus menekankan pada prinsip ukuran (Minimal Winning Coalitions) dan kedekatan preferensi kebijakan (Minimal Connected Winning). Uniknya di Indonesia konsepsi semacam ini sering...

NEWS | 13 Mei 2009
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono baru akan mengumumkan nama calon wakilnya untuk pemilihan presiden (pilpres) pada Jumat mendatang, tapi kabar yang menyebutkan nama Boediono semakin santer terdengar. Pria kelahiran Blitar ini, layaknya kuda hitam. Ia datang pada saat injury time, namun berpotensi menyisihkan sejumlah Cawapres lainnya, mulai dari Hidayat Nur Wahid (HNW), Hatta Rajasa, Din Syamsudin, Muhaimin Iskandar, bahkan Akbar Tanjung.

Pilihan pada kalangan profesional ini kontan saja membuat suasana koalisi blok Cikeas, yang dimotori Partai Demokrat (PD) terancam goyah. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional...

ARTICLES | 18 Mei 2009
Pesta demokrasi tahap pertama, pemilu legislatif, telah usai. Komisi penyelenggara dan badan pengawas pemilu disibukkan dengan beberapa tugas dan persoalan yang belum terselesaikan. Bak gayung bersambut, politik nasional pun beranjak pada wacana seputar koalisi menghadapi pemilu presiden, 8 Juli 2009. Namun, ada hal yang luput dari perhatian, yakni evaluasi nonteknis berkenaan dengan kualitas yang mengetengahkan demokrasi sebagai sistem beserta nilai-nilai substansial yang terkandung dan dituju dari sistem tersebut.

Secara prosedural, mekanisme demokrasi lewat pemilu telah kesekian kali diselenggarakan. Namun secara substansial masih menjadi pergulatan yang sampai sekarang terus diupayakan. Irama apologetik yang sering diutarakan adalah bahwa untuk mencapai tujuan tidaklah mudah,...