Regulator BP Migas not ready to play with the big boys

Establishing A Bridge of Reason & Understanding
Jumat, 21 November 2008
ENERGY & MINERAL RESOURCE UPDATE | 12 Juni 2008
Sumber : www.thejakartapost.com
Wed, 06/11/2008 10:37 AM | Business

Apart from questions of its integrity, a shortage of qualified professionals and an absence of clear-cut regulations have undermined the ability of upstream oil and gas regulator BPMigas to function properly.

Tasked with managing and supervising the country's multi-billion-dollar oil and gas sector, the six-year-old BPMigas remains unprepared to supervise more-experienced energy giants with connections to top officials in superpower countries.

"We are forced to function as a business entity -- fast and aggressive in seeking opportunities -- as well as bureaucrats tasked with securing cost recovery claims to maximize...

POLITICAL UPDATE | 19 Juni 2008
Jakarta – Kemenangan Senator Barack Obama pada pemilu internal melawan Hillary Rodham Clinton dalam perebutan kursi calon presiden dari Partai Demokrat memunculkan momok baru di ranah perpolitikan AS. Obama yang dianggap sebagai pendatang baru ternyata mampu menjungkir balikkan kejayaan trah Hillary yang sudah lama menguasai partai Demokrat. Tidak main-main, kemenangan Obama hampir terjadi di semua negara bagian AS.

Kemenangan Obama ini kontan saja mengundang decak kagum banyak kalangan. Obama yang sedari awal dipandang minim pengalaman mampu menjungkalkan politisi senior partai demokrat yang sekaligus mantan ibu Negara Hillary Clinton. Kemenangan Obama tentu menjadi ilham bagi seantero politisi muda di belahan dunia...

ENERGY & MINERAL RESOURCE UPDATE | 26 Juni 2008
Apa hubungan DVD Pinokio dengan Minyak dan Gas (Migas)? Tidak ada memang, tapi buat para kontraktor yang menginvestasikan modalnya dibidang migas justru berhubungan. Buktinya sekadar untuk membeli DVD Pinokio pun mereka klaim ke negara. Masih banyak biaya lain yang sama sekali tak ada hubungannya dengan biaya eksplorasi dan eksploitasi migas mereka bebankan pada negara. Sebut saja biaya main golf, pesta dansa, dan lainnya, tragis memang! Bila tidak ada langkah kongkrit dari pemerintah untuk menghentikannya, bisa dipastikan hal ini akan terus terjadi sampai batas kontrak itu berakhir. Kontrak yang seharusnya bisa menghasilkan pundi-pundi uang untuk kemaslahatan ummat malah membuat negara ini...

BOOK REVIEW | 26 Juni 2008
Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia
Oleh : Arvan Pradiansyah

Hidup ini indah, itulah arti hidup menurut sang pengarang Arvan Pradiansyah. Buku 262 halaman ini merupakan buku motivasi. Banyak kisah-kisah positif yang bisa kita ambil hikmahnya. Dalam hidup kita harus bersyukur. Jendela menurut alumni FISIP UI ini, mewakili hati. Bila kita ingin menjadi orang yang sukses, hal pertama yang harus ditata adalah hati kita. Bersihkanlah dulu jendela kita sampai mengkilap, karena dengan begitu kita bisa melihat orang dihadapan kita dengan jelas. Tidak hanya itu, kalau ingin menjadi orang yang arif dalam mengambil keputusan, jendela itu harus dipasang di tempat yang tinggi.

Ada satu...

ENERGY & MINERAL RESOURCE UPDATE | 06 Juni 2008
Oleh : Adi Prayitno
Setelah melalui pelbagai tahapan polemik, pemerintah akhirnya resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 28,7 persen pada Jum’at, dinihari 23 Mei 2008. Harga premium naik menjadi 6.000 dari 5.500, solar 5.500 dari 4.300, dan minyak tanah 2.500 dari 2.000 per liter. Padahal, hal yang sama sudah pernah dilakukan pemerintahan SBY-JK pada tahun 2005 di mana pemerintah kemudian berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM lagi. Sebuah kebijakan yang banyak menuai protes karena dinilai telah mempermainkan kepiluan nasib masyarakat miskin.

Secara umum, janji tersebut dapat dipertanggung jawabkan melihat langkah-langkah yang dicanangkan untuk menutupi difisit Anggaran Pendapatan dan Belanja...

ENERGY & MINERAL RESOURCE UPDATE | 12 Juni 2008
Sumber : www.thejakartapost.com
Wed, 06/11/2008 10:37 AM | Business

Expense rebates, or cost recovery claims, from oil and gas contractors to the government have long been the subject of debate over inefficiencies costing the state losses in potential revenue. Aside from the whopping total cost, a major concern has been the dubious nature of many expenses, especially when the country is in dire need of higher revenues from the oil and gas sector to help provide better public facilities.The Jakarta Post's Rendi Akhmad Witular recently explored key problems in the cost recovery mechanism, as well as what can be...

ENERGY & MINERAL RESOURCE UPDATE | 12 Juni 2008
Sumber : www.thejakartapost.com

Wed, 06/11/2008 10:37 AM | Business
It's hard to directly relate oil and gas operations to a DVD of Pinocchio, the wooden puppet whose nose grew longer every time he told a lie.

But the DVD, along with other expenses for wine, parties, golf clubs, dancing courses, charities and even Islamic haj pilgrimages to Saudi Arabia are among the costs oil and gas contractors submitted for government rebates in 2005.

In an audit of the 2005 accounts of several oil and gas concessions belonging to Total E&P Indonesie, ExxonMobil Oil Indonesia Inc. and Chevron Indonesia, the...