Pilkada » 01 November 2006 » Hit: 137
Amanah Dideklarasikan
PANDEGLANG – Pasangan calon gubernur (calgub) dan calon wakil gubernur (calwagub) Zulkieflimansyah dan Marissa Haque (Zul-Icha) kembali mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen.
Dukungan itu dituangkan dalam bentuk deklarasi dengan nama Amanah (aliansi mayarakat ulama dan pemuda pendukung Zul-Icha) di gedung PKPRI Pandeglang, Selasa (31/10). Hadir pada kesempatan itu Zulkieflimansyah.
Elemen masyarakat itu antara lain tukang ojek, guru ngaji, nelayan, tukang becak, ulama, petani, pedagang, LSM, pengamen, sopir, tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, dan anak yatim piatu.
Pada kesempatan itu fans Zul-Icha sempat menanyakan kepada Zulkieflimansyah seputar penegakan hukum di Banten yang dinilai masih lemah, serta pemberantasan korupsi di provinsi paling barat di Pulau Jawa ini. Sebab, saat ini Banten masih terlilit oleh korupsi, seperti kasus dana perumahan anggota DPRD, KUT, serta kasus lainnya.
Menanggapi hal itu, Zulkieflimansyah mengatakan, korupsi ini disebabkan karena adanya kesempatan dan sistem yang memungkinkan. Untuk itu peluang korupsi harus ditutup. Caranya adalah masyarakat harus diberi pemahaman bahwa korupsi itu haram, kemudian sistemnya diperketat. “Jadi orang harus mapan dalam ekonomi sehingga tidak ada yang korupsi. Ini yang menjadi tanggung jawab pimpinan daerah ke depan,” katanya. (adj)
www.radarbanten.com
Selasa, 31-Oktober-2006
Dukungan itu dituangkan dalam bentuk deklarasi dengan nama Amanah (aliansi mayarakat ulama dan pemuda pendukung Zul-Icha) di gedung PKPRI Pandeglang, Selasa (31/10). Hadir pada kesempatan itu Zulkieflimansyah.
Elemen masyarakat itu antara lain tukang ojek, guru ngaji, nelayan, tukang becak, ulama, petani, pedagang, LSM, pengamen, sopir, tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, dan anak yatim piatu.
Pada kesempatan itu fans Zul-Icha sempat menanyakan kepada Zulkieflimansyah seputar penegakan hukum di Banten yang dinilai masih lemah, serta pemberantasan korupsi di provinsi paling barat di Pulau Jawa ini. Sebab, saat ini Banten masih terlilit oleh korupsi, seperti kasus dana perumahan anggota DPRD, KUT, serta kasus lainnya.
Menanggapi hal itu, Zulkieflimansyah mengatakan, korupsi ini disebabkan karena adanya kesempatan dan sistem yang memungkinkan. Untuk itu peluang korupsi harus ditutup. Caranya adalah masyarakat harus diberi pemahaman bahwa korupsi itu haram, kemudian sistemnya diperketat. “Jadi orang harus mapan dalam ekonomi sehingga tidak ada yang korupsi. Ini yang menjadi tanggung jawab pimpinan daerah ke depan,” katanya. (adj)
www.radarbanten.com
Selasa, 31-Oktober-2006






