Pilkada » 31 Oktober 2006 » Hit: 163
70 Ulama Dukung Zul-Icha; Teken Kontrak di Rumah Usamah
TANGERANG – Sedikitnya 70 ulama dan tokoh masyarakat se-Banten bulatkan tekad mendukung pasangan Zul-Icha. Kontrak politik itu diteken di kediaman Usamah Hisyam di Jalan Teratai, Perumahan Puspitaloka, BSD Serpong-Kabupaten Tangerang, Minggu (29/10). Kontrak politik ini sekaligus menampik anggapan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah Wahabi (tidak mendukung aliran Nahdiyin).
“Kontrak politik ini membuktikan bahwa PKS bukanlah gerakan Wahabi. Karena terbukti dari kalangan ulama yang notabene adalah penganut aliran NU, menyatakan dukungannya kepada kami,” kata Zulkieflimansyah kepada Satelit News, kemarin. Tak jarang kader PKS banyak yang menganut aliran Nahdiyin, artinya PKS bukanlah gerakan yang mengekang kadernya ataupun melarang menganut aliran Nahdiyin. Diakui oleh Zulkiefli pemahaman yang selama ini berkembang di masyarakat, terutama menjelang Pilkada Banten ini banyak terdengar isu memojokkan PKS. Penekenan kontrak politik itu menguatkan kontrak politik sebelumnya pada Kamis (26/10) lalu, yang merupakan bentuk dukungan kongkret basis suaranya kepada pasangan Zul-Icha ini.
“Dukungan dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat ini tentunya bentuk penguatan mesin politik bagi Zul-Icha. Setidaknya saya bisa menargetkan 20 persen suara dari 6 juta pemilih se-Banten akan mengalir ke Zul-Icha,” kata Usamah. Usamah pun sepaham dengan Zul, bahwa teken kontrak politik itu memastikan bahwa PKS bukanlah Wahabi, karena jelas-jelas banyak kadernya yang juga masih menganut aliran NU. Seperti berziarah ke makam, melakukan doa kunut setelah sholat subuh dan tahlilan. Acara yang berlangsung pukul 18.00 WIB itu dihadiri sekitar 70 orang perwakilan dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat. (ilo)
Satelit News
Senin, 30 Oktober 2006
“Kontrak politik ini membuktikan bahwa PKS bukanlah gerakan Wahabi. Karena terbukti dari kalangan ulama yang notabene adalah penganut aliran NU, menyatakan dukungannya kepada kami,” kata Zulkieflimansyah kepada Satelit News, kemarin. Tak jarang kader PKS banyak yang menganut aliran Nahdiyin, artinya PKS bukanlah gerakan yang mengekang kadernya ataupun melarang menganut aliran Nahdiyin. Diakui oleh Zulkiefli pemahaman yang selama ini berkembang di masyarakat, terutama menjelang Pilkada Banten ini banyak terdengar isu memojokkan PKS. Penekenan kontrak politik itu menguatkan kontrak politik sebelumnya pada Kamis (26/10) lalu, yang merupakan bentuk dukungan kongkret basis suaranya kepada pasangan Zul-Icha ini.
“Dukungan dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat ini tentunya bentuk penguatan mesin politik bagi Zul-Icha. Setidaknya saya bisa menargetkan 20 persen suara dari 6 juta pemilih se-Banten akan mengalir ke Zul-Icha,” kata Usamah. Usamah pun sepaham dengan Zul, bahwa teken kontrak politik itu memastikan bahwa PKS bukanlah Wahabi, karena jelas-jelas banyak kadernya yang juga masih menganut aliran NU. Seperti berziarah ke makam, melakukan doa kunut setelah sholat subuh dan tahlilan. Acara yang berlangsung pukul 18.00 WIB itu dihadiri sekitar 70 orang perwakilan dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat. (ilo)
Satelit News
Senin, 30 Oktober 2006






